• Rabu, 10 Agustus 2022

Musisi dan Band Lintas Generasi asal Jabar Siap Gemparkan Bandung di Preanger Fest

- Selasa, 9 Oktober 2018 | 22:28 WIB

BANDUNG - Identitas Bandung sebagai kiblat musik di Indonesia coba dikembalikan Havas Indonesia dengan menggelar konser yang bakal melibatkan puluhan artis ataupun band bertajuk PreangerFest di Lapangan PPI, Kota Bandung, Sabtu dan Minggu (13-14/10/2018) mendatang.

Indrajid Sofwan, perwakilan Havas Indonesia, selaku penyelenggara mengungkapkan, Preanger Fest digelar sebagai bentuk kerinduan kepada Bandung yang di era 1990’an sampai 2000’an memiliki atmosfer musik yang cukup kuat. “Saya tidak mengatakan musik di Bandung itu tenggelam. Tapi kami rindu dan ingin membangkitkan kembali event musik di Bandung,” ungkap Indrajid saat konferensi pers di Kafe Verde, Jalan Ir.H Djuanda, Kota Bandung, Selasa (9/10/2018).

Menurut Indrajid, musik merupakan hal yang tak bisa dipisahkan dari Bandung. Sebagai salah satu pilar kreatif kota Jawa Barat, kontribusi musisi Bandung dalam peta industri musik Indonesia sudah dimulai sejak beberapa dekade lamanya.

Preanger Fest berangkat dari kerinduan akan atmosfer pada era 1990’an sampai 2000’an ketika Bandung melahirkan banyak band yang berjaya kala itu. Sebut saja PAS Band, Burgerkill, Pure Saturday, The Milo, Koil. Di era 2000’an lahirlah Mocca, The SIGIT, HMGNC, Polyester Embassy, dan Rocket Rockers yang menjadi pionir di masa itu.

Dengan membawa komitmen memberikan wadah bagi musisi serta komunitas di Bandung, umumnya Jawa Barat untuk unjuk kebolehan talentanya, Preanger Fest merayakan dan menjembatani lintas generasi sehingga menjadi sebuah hal yang wajar. Band-band yang akan tampil pun tidak hanya band-band yang telah mapan seperti Mocca, Pas Band, Burgerkill, The Groove, Koil dan Pure Saturday tetapi juga menampilkan legenda Bimbo.

Diundangnya Bimbo ke Preanger Fest ini tentu menjadi menarik ditunggu sebab kehadiran Bimbo yang genre musiknya sangat ‘diferensial’ dengan band-band lainnya di ajang Preanger Fest tentunya menjadi sangat menarik untuk ditunggu, terlebih jika Bimbo satu panggung atau diduetkan dengan band cadas seperti Burgerkill.

Indrajid sendiri mengungkapkan kehadiran Bimbo merupakan salah satu bentuk kejutan dan keunikan yang coba dihadirkan oleh panitia Preanger Fest. Namun, dia masih merahasiakan kejutan dan keunikan seperti apa yang bakal dihadirkan di Preanger Fest. “Itu yang akan menjadi kejutan dari kami selaku pelaku penyelenggara,” ungkap Idrajid.

Di Preanger Fest ini juga turut dilibatkan band-band generasi penerus seperti Ikkubaru, Heals, Parahyena, The Schuberts dan masih banyak lagi sebanyak kurang lebih 40 artis yang akan meramaikan perayaan musik di atas 3 panggung berbeda, dilengkapi dengan perlengkapan tata suara dan tata cahaya yang akan memukau pengunjungnya.

Lewat Preanger Fest, semua musisi terbaik asal Jawa Barat berkumpul untuk menyuarakan semangat Lokal Kudu Vokal melalui ciri khas musikalitas masing-masing. Bandung, utamanya masih menjadi gudangnya musisi berbakat dan berbagai generasi di tanah Parahyangan dapat bersama-sama menyaksikannya dalam gelaran festival Preanger Fest.

“Kami juga mencari generasi penerus tersebut yang tersebar di Jawa Barat melalui band submission bersama Warkop Musik dan dibantu oleh Otong Koil sebagai kurator, hasilnya luar biasa melihat lebih dari 300 karya musik di submit dari berbagai penjuru Parahyangan dan akhirnya terpilih 8 band yang bergabung dalam jajaran penampil Preanger Fest,” ujar Indradjid.

“Lair band asal Cirebon, Markamerah  band asal Tasik, 20th Century band asal  Sukabumi, Glamsglory band asal Garut, Loner Lunar band asal Jatinangor, Freak band asal Bandung, Turks & Caicos band asal Bogor, dan Suar & Temaram band Sukabumi. Kami berharap peluang akan regenerasi untuk band maupun kreator baru dapat terus terjadi kedepannya,” tambah Indrajid.

“Kami memiliki kesamaan visi dan misi yakni ingin mengapresiasi dan mengajak generasi muda Parahyangan untuk menyuarakan lebih lantang bahwa Bandung masih menjadi sarang musisi serta pelaku kreatif berbakat. Dengan adanya Preanger Fest kami juga ingin perindustrian musik di Jawa Barat terus bergeliat ke arah lebih baik. Kami berharap semangat “Lokal Kudu Vokal” yang dibawa dapat ditularkan kepada para generasi sekarang untuk memicu mereka untuk selalu berkarya,” timpal Angga Badil, sebagai perwakilan dari komunitas musik Bandung.

Sementara itu vokalis Rocket Rockers, Aska mengungkapkan, Preanger Fest menjadi sebuah harapan baru bagi para pelaku di industri musik, khususnya musisi tanah Parahyangan untuk bisa didengar oleh lebih banyak orang. “Kami sangat senang dan bangga menjadi bagian dari Preanger Fest serta meramaikan hajatan besar ini. Tak sabar untuk memberikan penampilan terbaik kami pada akhir pekan nanti!,” ungkap Aska.

Dengan kapasitas lapangan PPI Bandung yang mampu menampung sekitar 15.000 orang, gelaran perayaan musik Preanger Fest akan dimulai Sabtu (13/10/2018) sejak pukul 13.00 WIB. Bukan hanya musik, Preanger Fest juga mengajak banyak marketplace dan food truck di Bandung untuk meramaikan serta merasakan euforia hajatan ini, yang tentunya masih sejalan dengan kebanggaan anak Bandung. Acara ini diharapkan akan jadi permulaan dari bangkitnya industri musik di Jawa Barat.

Preanger Fest diperuntukkan untuk usia 18 tahun keatas, tiket dapat diperoleh via situs Loket.com atau Go-Tix serta beberapa ticket box di wilayah Bandung dengan harga pre-sale Rp60.000 untuk 2 hari. Untuk informasi lebih lanjut mengenai harga tiket, line-up, dan seputar Preanger Fest, silakan kunjungi Instagram @preangerfest. BNP/Taufik

Editor: Administrator

Terkini

X