• Sabtu, 13 Agustus 2022

Keresahan Akibat Gedung Pernikahan Terdampak Covid-19, Terbentuklah Asgeprindo Naungi Semua Bisnis Turunannya

- Rabu, 16 Desember 2020 | 12:23 WIB
BANDUNG - (Dari kiri ke kanan) Ketua DPP Asgeprindo, Dwi Windyarto SH, berfoto bersama Ketua DPD Asgeprindo Jabar, Mohamad Arief Wibowo, S.E, dan Ketua Dewan Penasihat Asgeprindo, Laksma TNI (Pur) Heri Suyanto S.MN disela-sela acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD Asgeprindo Jabar dan DPC Kota Bekasi periode 2020-2025 di eL Hotel Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (14/12/2020). BNP/Yurri Erfansyah
BANDUNG - (Dari kiri ke kanan) Ketua DPP Asgeprindo, Dwi Windyarto SH, berfoto bersama Ketua DPD Asgeprindo Jabar, Mohamad Arief Wibowo, S.E, dan Ketua Dewan Penasihat Asgeprindo, Laksma TNI (Pur) Heri Suyanto S.MN disela-sela acara Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus DPD Asgeprindo Jabar dan DPC Kota Bekasi periode 2020-2025 di eL Hotel Royale Bandung, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Senin (14/12/2020). BNP/Yurri Erfansyah

 

Tetapi, lanjut Arief, untuk sebagian gedung yang memiliki modal yang kuat, mereka masih bisa bertahan dengan tidak merumahkan atau melakukan PHK pegawainya. "Seperti Gedung Pos Indonesia yang saya kelola," ujarnya.

 

Tapi untuk pengelola gedung lain yang tidak memiliki modal yang kuat dengan terpaksa merumahkan bahkan memecat karyawanya.

 

"Karena permasalahan inilah, kemudian kita bentuk Asgeprindo, yaitu asosiasi pengusaha gedung tempat resepsi dan pertemuan Indonesia," ungkapnya.

 

Kemudian, jelas Arief, para anggota asosiasi ini berkumpul, membuat proposal, dan melakukan pertemuan dengan Wali Kota Bandung terkait relaksasi. Dan setelah melalui uji coba, akhirnya diberikan relaksasi 30 persen.

 

"Pada saat angka Covid-19 menurun di bulan Agustus 2020, pembatasan sempat dilonggarkan menjadi 50 persen. Tentunya dengan kewajiban memenuhi 10 indikator protokol kesehatan," katanya.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X