• Jumat, 28 Januari 2022

Ketangguhan Amazfit T-Rex Pro Diuji Para Spartan, Jam Tangan Pintar dilengkapi Fitur Kebugaran hingga Monitoring Kesehatan Komprehensif bagi Para Penggemar Petualangan

- Sabtu, 5 Juni 2021 | 16:15 WIB
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. BNP/Amazfit
Gelandang Persib Bandung, Dedi Kusnandar. BNP/Amazfit

JAKARTA - Model terbaru dari lini outdoor smartwatch Amazfit, Amazfit T-Rex Pro, yang dirancang untuk membantu pengguna berpetualang menjelajah mengikuti naluri, resmi diuji ketangguhannya melalui Spartan Race, ajang perlombaan kebugaran dan ketahanan yang digelar di Amerika Serikat dan Eropa. Telah lulus 15 tes berstandar militer, Amazfit T-Rex Pro juga sukses menunjukkan fungsi pemantau kesehatan dan kebugarannya yang komprehensif sehingga memudahkan penggunanya untuk tetap bugar dan sehat saat berpetualang keluar dari zona nyaman. 

 

Untuk menyempurnakan kesuksesan Amazfit T-Rex yang merupakan sang pendahulu, Amazfit T-Rex Pro, dilengkapi dengan fitur-fitur inovatif terbaru yang membuatnya lebih tangguh. Selain lulus 15 tes berstandar militer, Amazfit T-Rex Pro yang memiliki lebih dari 100 mode olahraga ini juga lulus tiga tes ketahanan tambahan yang menguji berbagai fitur andalannya seperti sistem pengukuran tingkat saturasi oksigen dalam darah, ketahanan terhadap air hingga 10 ATM, empat sistem satelit navigasi global,serta altimeter barometrik. 

 

Memiliki baterai yang dapat bertahan hingga 18 hari dengan mode penggunaan normal, melalui ajang Spartan Race, Amazfit T-Rex Pro berhasil membuktikan kemampuannya sebagai teman yang tepat bagi mereka yang berjiwa petualang dan gemar menantang diri untuk berolahraga lebih keras. Komunitas Spartan pun berkesempatan menguji fungsi monitoring kesehatan Amazfit T-Rex Pro salah satunya fitur untuk mengukur tingkat saturasi oksigen dalam darah yang memberikan input kesehatan berharga tentang seberapa baik respon tubuh pengguna saat mereka melakukan aktivitas secara intens. Algoritme Firstbeat™ memberikan nilai tambah berupa penilaian data khusus seperti pengambilan oksigen maksimum, waktu pemulihan penuh dan beban pelatihan untuk memberitahu pengguna mengenai kemajuan dan pencapaiannya. Tak hanya itu, algoritma ExerSense™ juga secara otomatis mengenali delapan mode olahraga dan merekam semua data terkait.   

 

Saat tubuh melakukan aktivitas berat dalam kurun waktu yang lama ataupun saat dalam keadaan stres tinggi, salah satu kondisi tubuh yang sering terjadi adalah kekurangan oksigen dalam darah. Kekurangan oksigen dalam darah dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, mulai dari masalah otak hingga jantung. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memantau kadar oksigen dalam darah saat melakukan aktivitas berat adalah dengan menggunakan Pulse Oximeter yang terdapat pada smartwatch.  Memanfaatkan inframerah yang ada di bagian belakang jam tangan, kadar oksigen dalam darah atau SpO2 dapat diketahui dengan cepat. Dengan mengetahui kadar oksigen dalam darah, kita dapat memeriksa kondisi tubuh dan membuat rencana latihan yang sesuai kemampuan. Bagi para petualang yang gemar mengeksplorsi alam bebas, jam tangan dengan fitur seperti ini sangat bermanfaat untuk memberikan input mengenai bagaimana tubuh beradaptasi terhadap lingkungan baru, misalnya ketinggian.

 

Dedi Kusnandar, Gelandang dari tim sepak bola Persib Bandung yang sehari-hari melakukan aktivitas fisik yang terbilang intens merasakan fitur monitoring kesehatan yang dimiliki Amazfit T-Rex Pro sangat membantunya dalam memantau kondisi tubuh setiap saat, terutama saat latihan. Selain tingkat saturasi oksigen dalam darah, Amazfit T-Rex Pro yang memiliki lebih dari 100 mode olahraga juga membuktikan kemampuannya dalam memantau detak jantung dan kalori yang terbakar saat penggunanya melakukan berbagai jenis olahraga. "Jantung yang sehat merupakan faktor penting bagi  pecinta tantangan dan orang-orang yang gemar melakukan aktivitas berintensitas tinggi seperti saya dan para komunitas Spartan. Oleh karena itu, saya merasa senang karena Amazfit T-Rex Pro dilengkapi dengan BioTracker™ 2 PPG Bio-Tracking Optical Sensor yang menawarkan fungsi pemantauan detak jantung secara tepat selama 24 jam sehari dan mengeluarkan peringatan jika detak jantung pengguna terlalu tinggi. Jam tangan ini bahkan dapat melacak variabilitas detak jantung (HRV) untuk memonitor respon pengguna terhadap stres," jelas Dedi.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X