• Rabu, 19 Januari 2022

Gubernur Ridwan Kamil Pastikan Program Pendidikan-Kesehatan Mejadi Prioritas Pada APBD Perubahan 2021

- Kamis, 23 September 2021 | 23:12 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021). Program pendidikan dan kesehatan akan terus didorong dalam rancangan APBD Perubahan 2021 yang saat ini sedang dibahas dengan DPRD Jabar. BNP/Rizal FS/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menghadiri rapat paripurna di Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Kamis (23/9/2021). Program pendidikan dan kesehatan akan terus didorong dalam rancangan APBD Perubahan 2021 yang saat ini sedang dibahas dengan DPRD Jabar. BNP/Rizal FS/Biro Adpim Jabar

 

Belanja-belanja yang dipangkas seperti belanja operasional, di mana di dalamnya  meliputi belanja perjalanan dinas, belanja makanan dan minuman, paket rapat, belanja alat/bahan kegiatan kantor, belanja sewa, dan lain-lain, efisiensi belanja insentif pemungutan pajak daerah, serta rasionalisasi belanja hibah. 

 

Kemudian belanja modal juga dipotong. Adapun belanja ini berasal dari efisiensi paket pekerjaan yang bisa ditunda untuk tahun berikutnya, dan atau diperkirakan sampai dengan akhir tahun tidak selesai dilaksanakan, serta belanja modal pendukung kegiatan. 

 

Belanja transfer juga ikut dikurangi yang meliputi penyesuaian belanja bagi hasil pajak kepada kabupaten/kota sebagai dampak penurunan target pendapatan pajak daerah, dan juga efisiensi belanja bantuan keuangan. 

 

Sedangkan Belanja Tidak Terduga (BTT) ditingkatkan. Peningkatan ini dalam rangka pemenuhan kebutuhan penanganan COVIF-19 dan dampaknya, pelaksanaan PPKM, antisipasi bencana banjir dan kekeringan, kewajiban kepada pihak ketiga yang belum terbayarkan, serta kebutuhan darurat dan mendesak lainnya. 

 

"Sehingga kita mengurangi banyak perjalanan dinas, mengurangi makan minum, mengurangi proyek yang mungkin kita anggap bisa kita geser. Ini situasi dan realitas yang kita hadapi, sehingga banyak program pembangunan yang terkendala. Seperti bansos kita kurangi mungkin ada yang sudah ekspektasi seperti apa jadi kita memang sedang prihatin," jelas pria yang kerap disapa Kang Emil

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X