• Jumat, 3 Desember 2021

Baru 2.500 Anak dari Total 6.614 Anak Yang Dapat Bantuan Karena Orang Tuanya Meninggal COVID-19

- Senin, 27 September 2021 | 20:10 WIB
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri JAPRI (Jabar Punya Informasi) edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021). Atalia menyebut ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19. BNP/Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri JAPRI (Jabar Punya Informasi) edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021). Atalia menyebut ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19. BNP/Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar

KOTA BANDUNG - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil menyebut, ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena COVID-19. 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19.

 

"Namun baru sekitar 2.500 yang baru bisa kita bantu secara langsung dari kumpulan orang baik yang ada di wilayah Dinsos, Forum Zakat dan DP3AKB," kata Atalia dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) bertema "Inspirasi Anak Yatim" di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021).

 

Pemda Provinsi Jabar rencananya akan memulai kick off program tersebut pada Selasa (28/9/2021). Ada tiga tahap dalam program tersebut, yakni jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. 

 

Atalia menjelaskan, salah satu kegiatan dalam program tersebut yaitu mengumpulkan wali asuh bagi anak yatim, piatu, dan yatim piatu, terdampak COVID-19. Ia mengajak masyarakat untuk berkolaborasi dengan pemerintah membantu pemenuhan kebutuhan anak-anak tersebut.

 

"Masih banyak anak yatim yang masih perlu dibantu karenanya melalui program wali asuh yang akan kick off besok, masyarakat Jabar bisa terlibat agar nanti anak tidak ada yang tidak mendapatkan hak tumbuh kembangnya secara maksimal," tuturnya. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X