• Rabu, 19 Januari 2022

Baru 2.500 Anak dari Total 6.614 Anak Yang Dapat Bantuan Karena Orang Tuanya Meninggal COVID-19

- Senin, 27 September 2021 | 20:10 WIB
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri JAPRI (Jabar Punya Informasi) edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021). Atalia menyebut ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19. BNP/Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar
Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Jabar Atalia Praratya Ridwan Kamil saat menghadiri JAPRI (Jabar Punya Informasi) edisi Inspirasi Anak Yatim di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin (27/9/2021). Atalia menyebut ada 6.614 anak di Jabar yang kehilangan orang tua karena COVID-19. Dari jumlah tersebut, 2.500 anak di antaranya akan mendapatkan bantuan melalui program Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu Dampak COVID-19. BNP/Pipin Sauri/Biro Adpim Jabar

 

Menurut Atalia, anak yang kehilangan orang tua karena COVID-19 memiliki beberapa masalah psikologis seperti depresi dan emosi yang tidak stabil. Karenanya, menjadi tugas bersama untuk mengembalikan secara psikis agar anak tersebut tidak terus merasakan kehilangan yang prosesnya butuh waktu cukup lama.

 

"Selain itu perlu juga semua pihak membantu menyejahterakan anak-anak kita dan memberikan yang terbaik untuk mereka," katanya. 

 

Penanganan terhadap anak yatim, piatu, dan yatim piatu menjadi perhatian PKK Jabar. Atalia mengatakan, PKK bekerja sama dengan Disdukcapil Jabar melakukan pendataan. Selain itu, program Dasawisma dan PAAR (Pola Asuh Anak dan Remaja) juga terus dijalankan oleh setiap kader PKK yang fokus pada anak yatim, piatu, dan yatim piatu.

 

"Kemudian kita punya program kencleng yatim, Ojek Makanan Balita (Omaba) hingga wali bagja yang menghubungkan orang tua asuh seperti perjodohan," ucapnya. 

 

"Setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan perlindungan, kasih sayang, termasuk kehangatan keluarga di dalamnya. Oleh karena itu, kita mari bersama-sama untuk mendukung program ini agar anak-anak yatim mendapatkan haknya," imbuhnya.***epi/okk

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X