• Sabtu, 23 Oktober 2021

RSUD Al-Ihsan Luncurkan Telekonsultasi Penyakit Jantung Untuk Dokter di Pelosok Jabar

- Kamis, 30 September 2021 | 22:53 WIB
Sejumlah pengunjung berjalan di halaman pintu masuk RS Al-Ihsan Kabupaten Bandung, belum lama ini. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan Provinsi Jabar meluncurkan Telekonsultasi Cardiologis Hotline untuk dokter dan tenaga kesehatan di peloksok Jabar. Telkonsultasi itu menjadi sarana konsultasi faskes primer dengan dokter jantung RSUD Al-Ihsan sebelum merujuk pasien ke rumah sakit. BNP/Lukman Gusmanto
Sejumlah pengunjung berjalan di halaman pintu masuk RS Al-Ihsan Kabupaten Bandung, belum lama ini. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan Provinsi Jabar meluncurkan Telekonsultasi Cardiologis Hotline untuk dokter dan tenaga kesehatan di peloksok Jabar. Telkonsultasi itu menjadi sarana konsultasi faskes primer dengan dokter jantung RSUD Al-Ihsan sebelum merujuk pasien ke rumah sakit. BNP/Lukman Gusmanto

KAB. BANDUNG - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Al-Ihsan Provinsi Jabar meluncurkan Telekonsultasi Cardiologis Hotline untuk dokter dan tenaga kesehatan di peloksok Jabar.

 

Program tersebut dilaksanakan untuk memperingati Hari Jantung Sedunia pada Rabu (29/9/2021). Telkonsultasi itu menjadi sarana konsultasi faskes primer dengan dokter jantung RSUD Al-Ihsan sebelum merujuk pasien ke rumah sakit.

 

Kepala Instalasi Pelayanan Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah RSUD Al-Ihsan, Ratna Nurmeliani, mengatakan bahwa telekonsultasi hanya untuk dokter dan tenaga kesehatan di puskesmas maupun rumah sakit di peloksok Jabar. Adapun nomor layanan telekonsultasi yakni 081122333299.

 

"Ini untuk pertama kali layanan hotline dibuka. Tetapi baru untuk para dokter atau tenaga kesehatan di daerah pelosok seluruh Jabar yang bisa mengakses layanan ini. Para dokter atau tenaga kesehatan itu bisa berkonsultasi dengan kami di RSUD Al-Ihsan dalam penanganan pasien mereka," kata Ratna.

 

RSUD Al-Ihsan berupaya menyambungkan pelayanan jantung sampai ke pelosok sehingga dapat membantu menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung. Terlebih, kata Ratna, angka kematian akibat penyakit jantung di Jabar masih cukup tinggi. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X