• Sabtu, 23 Oktober 2021

Wagub Uu Ruzhanul Hentikan Operasional Pabrik Tepung Tapioka di Tegalwaru Karawang Karena Cemari sungai

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 22:46 WIB
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin (4/10/21). Sungai Cilamaya yang tercemari pabrik tepung tapioka terseut menjadi berwarna hitam dan berbau, sehingga selain mengganggu ekosistem makhluk hidup juga mengganggu masyarakat sekitar. BNP/Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Uu Ruzhanul Ulum saat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin (4/10/21). Sungai Cilamaya yang tercemari pabrik tepung tapioka terseut menjadi berwarna hitam dan berbau, sehingga selain mengganggu ekosistem makhluk hidup juga mengganggu masyarakat sekitar. BNP/Biro Adpim Jabar

KAB KARAWANG – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum bersama sejumlah aparat menghentikan sementara operasional pabrik tepung tapioka dan pemanis karena dinilai mencemari Daerah Aliran Sungai (DAS) Cilamaya, di Desa Tegalwaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Senin (4/10/21).

 

Wagub mendatangi sungai yang tercemar tersebut bersama polisi lingkungan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, serta kepala dinas lingkungan hidup dari tiga daerah yakni Kabupaten Karawang, Subang, Purwakarta, yang wilayahnya dilewati Sungai Cilamaya. 

 

“Hasil komunikasi kami dengan dinas lingkungan hidup, polisi lingkungan hidup, dan juga dengan dinas kabupaten setempat,  bersepakat untuk menghentikan sementara operasional (pabrik). Bukan ditutup atau dicabut, tapi hentikan sementara,” ujar Uu Ruzhanul di lokasi pabrik yang disidak, Senin (4/10/2021)

 

Sungai Cilamaya yang tercemari pabrik tepung tapioka terseut menjadi berwarna hitam dan berbau, sehingga selain mengganggu ekosistem makhluk hidup juga mengganggu masyarakat sekitar. 

 

“Masyarakat meminta, sampai ‘ceuk orang Sunda mah ngalengis’ atau menangis. Karena memang bau, air tidak bisa dimanfaatkan,” beber Uu. 

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X