• Sabtu, 23 Oktober 2021

Gubernur Ridwan Kamil Bagi Tips Gaet Perhatian dan Simpati Generasi Z via Medsos Lebih Efektif Ketimbang Baliho

- Selasa, 5 Oktober 2021 | 23:05 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pemateri pada Workshop Nasional Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional, di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (5/10/2021). Ridwan Kamil memberikan tips bagaimana menggaet perhatian dan simpati Generasi Z (Genzi) melalui pemanfaatan media sosial yang menurutnya paling efektif dikonsumsi masyarakat ketimbang melalui baliho. BNP/Rizal FS/Biro Adpim Jabar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat menjadi pemateri pada Workshop Nasional Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional, di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (5/10/2021). Ridwan Kamil memberikan tips bagaimana menggaet perhatian dan simpati Generasi Z (Genzi) melalui pemanfaatan media sosial yang menurutnya paling efektif dikonsumsi masyarakat ketimbang melalui baliho. BNP/Rizal FS/Biro Adpim Jabar

BALI - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bicara soal kepemimpinan di era digital pasca-pandemi di hadapan ribuan kader Partai Amanat Nasional pada Workshop Nasional Dewan Pengurus Pusat Partai Amanat Nasional (PAN) yang diselengarakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Selasa (5/10/2021) secara hybrid. 

 

Ridwan Kamil memberikan tips bagaimana menggaet perhatian dan simpati Generasi Z (Genzi) melalui pemanfaatan media sosial untuk sukses program pembangunan baik yang dilakukan pemerintah maupun partai politik. 

 

Menurut Ridwan Kamil, disrupsi digital saat ini memaksa setiap orang untuk mengaplikasikan mesin digital dalam aktivitas sehari-sehari. Termasuk di ranah politik, kader partai harus memahami bahwa kini informasi melalui media sosial paling efektif dikonsumsi masyarakat ketimbang melalui baliho.

 

"Digital dulu adalah pilihan sekarang paksaan. Jadi kalau kader PAN tidak pakai medsos itu sudah ketinggalan zaman karena generasi baru kita tidak mengonsumsi informasi lewat baliho tapi medsos," ujarnya.

 

Alasannya, genzi merupakan konsumen politik potensial yang harus diperhatikan partai politik termasuk dalam menyuarakan pemilu yang damai, aman dan kondusif. Genzi berada di rentang usia SMA sampai awal kuliah yang perilakunya selalu melakukan riset lewat media sosial.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X