• Sabtu, 23 Oktober 2021

P&G Indonesia Jadi FMCG Pertama yang Pelopori Kelola Sampah Plastik Sachet Multilayer dan HDPE Lewat Program Conscious Living Bersama Octopus

- Rabu, 6 Oktober 2021 | 07:18 WIB
Jawa Barat menjadi provinsi pertama diluncurkannya program Conscious Living, yakni proses pengelolaan sampah yang terintegrasi guna mencapai sistem ekonomi sirkular. BNP/Dok. P&G Indonesia
Jawa Barat menjadi provinsi pertama diluncurkannya program Conscious Living, yakni proses pengelolaan sampah yang terintegrasi guna mencapai sistem ekonomi sirkular. BNP/Dok. P&G Indonesia

JAKARTA – Saat ini terdapat beragam jenis sampah yang dihasilkan konsumen Indonesia. Beberapa jenis sampah plastik yang saat ini belum terselesaikan adalah sampah sachet, plastik multilayer, dan sampah HDPE.

 

Tantangan pengelolaan sampah sachet atau plastik multilayer adalah perihal proses penguraiannya yang sulit; sedangkan sampah plastik HDPE, yang merupakan salah satu kontribusi sampah terbesar saat ini, belum memiliki nilai ekonomi.

 

Melansir data dari Bappenas dan Kementerian Maritim dan Investasi, terdapat sekitar 170 ribu ton sampah yang dihasilkan oleh Indonesia dalam sehari.

 

Namun hanya sekitar 10 hingga 15 persen yang diproses untuk didaur ulang, di mana 62 persen dari keseluruhan sampah tersebut, didominasi oleh sampah rumah tangga, hal ini dilansir dari data Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2020.

 

Dilatarbelakangi dengan permasalahan tersebut, P&G bekerjasama dengan start up Octopus Indonesia dan didukung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat meluncurkan program Conscious Living, program ini merupakan kelanjutan dari program Conscious Living yang telah dilakukan oleh P&G sejak tahun 2020 secara internal, yang dilatarbelakangi oleh bentuk pertanggung jawaban P&G atas dampak bisnisnya terhadap lingkungan. Pada program Conscious Living sebelumnya, karyawan P&G Indonesia melakukan pemilahan sampah dan telah berhasil mengumpulkan lebih dari 5.1 ton sampah rumah tangga mereka sendiri untuk didaur ulang.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

X