• Senin, 29 November 2021

Charm Bekerjasama dengan YKPI Dukung Aksi Pink Ribbon untuk Meminimalkan Angka Kematian Akibat Kanker Payudara

- Kamis, 7 Oktober 2021 | 08:49 WIB
Kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase sebesar 9,6%. BNP/Dok. Charm
Kanker payudara di Indonesia menempati urutan kedua penyebab kematian akibat kanker dengan persentase sebesar 9,6%. BNP/Dok. Charm

 

Sejalan dengan Bulan Kesadaran Kanker Payudara Sedunia yang ditetapkan pada bulan Oktober setiap tahunnya, CHARM sebagai brand dalam kategori pembalut wanita yang telah mendapat dukungan menjadi No.1 di Indonesia, meluncurkan Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition dan menyumbangkan sebagian dari penjualan produk ini untuk mendukung YKPI.

 

Melalui virtual conference peluncuran Charm Extra Maxi Pink Ribbon, yang mengusung tema “Mendukung Kegiatan Pink Ribbon Pertama Kalinya Dalam Industri Pembalut Wanita, Untuk Meminimalkan Angka Kematian Akibat Kanker Payudara” pada Rabu, 6 Oktober 2021.

 

Presiden Direktur PT. Uni-Charm Indonesia Tbk, Yuji Ishii mengatakan, bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN dan sekitar, tingkat jumlah kasus baru (sebesar 16,6%) dan tingkat kematian (sebesar 9,6%) di Indonesia akibat kanker payudara cenderung tinggi.

 

"Karena itu dalam rangka memenuhi tanggung jawab kami dalam meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia dan untuk meminimalkan angka kematian akibat kanker payudara, selama bulan Oktober, PT Uni-Charm Indonesia Tbk akan terus mendukung aktivitas Pink," katanya.

 

Lebih lanjut Yuji menjelaskan, dengan total pengguna Charm Extra Maxi kurang lebih sebesar 28 juta pengguna di seluruh Indonesia, diharapkan pesan yang terdapat pada Charm Extra Maxi Pink Ribbon Special Edition melalui desain tentang pentingnya meningkatkan kesadaran akan deteksi dini kanker payudara melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) ini dapat tersampaikan dengan baik.

Halaman:

Editor: Administrator

Terkini

BOR di Jawa Barat Turun hingga 2 Persen

Sabtu, 27 November 2021 | 20:26 WIB

5.300 Desa di Jabar Ditargetkan Punya BUMDes

Jumat, 26 November 2021 | 19:56 WIB
X