• Rabu, 19 Januari 2022

Wagub Jabar Minta Pihak Sekolah Beri Tindakan Tegas Apabila Terjadi Tawuran dan Penganiyaan Terhadap Siswa

- Kamis, 14 Oktober 2021 | 20:43 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat bertemu orang tua RM siswa SMAN 7 Kota Bogor yang tewas akibat dianiaya, Kamis (14/10/2021). Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pihak sekolah di Jawa Barat memberi tindakan tegas apabila terjadi tawuran dan penganiyaan terhadap siswa. BNP/Dodi Amri/Biro Adpim Jabar
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat bertemu orang tua RM siswa SMAN 7 Kota Bogor yang tewas akibat dianiaya, Kamis (14/10/2021). Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pihak sekolah di Jawa Barat memberi tindakan tegas apabila terjadi tawuran dan penganiyaan terhadap siswa. BNP/Dodi Amri/Biro Adpim Jabar

BANDUNGNEWSPHOTO – Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum meminta pihak sekolah di Jawa Barat memberi tindakan tegas apabila terjadi tawuran dan penganiyaan terhadap siswa, menyusul tewasnya siswa SMAN 7 Kota Bogor yang tewas dianiaya di Jalan Palupuh Raya, Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Rabu (6/10/2021).

 

"Saya akan tegas kalau masih ada yang tawuran jangankan di sekolah negeri, sekolah swasta pun akan diberikan sanksi antara lain tidak akan dicairkan bantuan siswa dari Provinsi Jawa Barat. Karena itu kehati- hatian dari semua agar guru dan orang tua dan semua masyarakat mendidik supaya lahir generasi yang hebat,” kata Pak Uu – sapaan Wagub Jabar — saat mengunjungi langsung rumah duka di Kota Bogor, Kamis (14/10/2021).

 

Dengan begitu, Pak Uu meminta pihak sekolah terus menanamkan nilai- nilai kehidupan kepada peserta didiknya. Para guru bisa mengupayakan peningkatan keimanan dan ketakwaan, dalam rangka pembentukan generasi yang karakter dan berakhlak mulia.

 

"Selanjutnya, nilai- nilai kebangsaan, serta kesatuan dan persatuan juga patut untuk terus digaungkan di setiap kegiatan sekolah," sambung dia. 

 

Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum mengungkapkan rasa sedih atas meninggalnya siswa SMAN 7 Kota Bogor akibat dianiaya.

 

Pak Uu juga menyayangkan aksi penyerangan hingga merenggut nyawa seorang pelajar tersebut. Ia menegaskan yang terjadi bukan tawuran seperti diberitakan media, tapi penganiayaan. 

 

“Beritanya kan tawuran, sebenarnya tidak tawuran. Cuma mereka (korban) datang ke teman kosan kemudian ada penyerangan. Ini kan ada dua orang, kemudian yang nyerang ada beberapa orang, ini di luar jam sekolah," katanya. 

 

Tina, ibu korban, menuturkan bahwa anaknya, sebenarnya bukan terbunuh karena ikut tawuran. Akan tetapi anaknya secara tiba- tiba diserang oleh sekitar enam orang saat hendak bermain ke kosan temannya. Saat ini pelaku sudah berhasil ditangkap, keluarga korban menuntut hukum seadil- adilnya.***

Halaman:
1
2

Editor: Administrator

Terkini

X