• Kamis, 11 Agustus 2022

Sekda Jabar Siap Bantu Pendidikan dan Pengajaran SIPD Kabupaten Fakfak Papua Barat

- Selasa, 2 November 2021 | 07:55 WIB
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terkait perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 1 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Tatang)
Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Fakfak, Papua Barat, terkait perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 1 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Tatang)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat (Jabar) Setiawan Wangsaatmaja menegaskan bahwa pihaknya siap membantu pendidikan dan pengajaran terkait Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Hal itu dikatakan Setiawan saat menerima kunjungan kerja Pemda Kabupaten Fakfak, terkait perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah di Gedung Sate, Kota Bandung, Senin, 1 November 2021.

Menurut Setiawan, Jabar akan menyiapkan tim teknis pembinaan yang dipimpin oleh Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Jabar Ferry Sofwan Arif dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar Nanin Hayani Adam.

Baca Juga: Desa Jadi Prioritas Pembangunan Pemerataan Ekonomi Jabar

Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom menyebutkan, pihaknya merasa kesulitan terkait perubahan mekanisme pengelolaan keuangan daerah, sehingga banyak terjadi keterlambatan baik dalam pencairan keuangan maupun pelaporan pertanggungjawaban.

Untuk itu, ia berharap pihaknya dapat berguru pada Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Jabar, supaya Kabupaten Fakfak dapat lebih mudah mengelola keuangan negara di daerahnya secara lebih baik.

“Kami datang dari ufuk timur di Papua Barat untuk bisa mendapatkan informasi sekaligus menerima apa yang menjadi kebutuhan kami di daerah terkait dengan pengelolaan keuangan negara,” ucap Yohana.

Baca Juga: Mal Pelayanan Publik di Jalan Cianjur Bandung akan Beroperasi Akhir Desember

“Sejauh ini perubahan-perubahan mekanisme membuat ada kendala-kendala yang kami hadapi di daerah, dengan bagaimana penyelesaian dan realisasi keuangan daerah terutama di Kabupaten Fakfak, kami mengalami keterlambatan,” ceritanya.

Sementara itu, Sekda Kabupaten Fakfak Ali Baham Temongmere mengungkapkan kendala yang harus dihadapi pihaknya, seperti keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dan sarana prasarana, terutama jaringan internet yang masih sangat terbatas.

“Bahkan juga di tingkat pemerintah pusat masih ada hal yang belum final, masih ada kendala yang saat kita konsultasikan pun belum ada solusinya,” ujar Ali.

Baca Juga: Aparat Kecamatan, Kelurahan, dan DPU Harus Aktif Antisipasi Banjir

Terlebih, kata Ali, dengan diberlakukannya regulasi Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) kendala pengelolaan keuangan daerah semakin sulit, mengingat belum tersambungnya perencanaan penganggaran dengan penatausahaan.

“Untuk SIPD, ada sistem yang belum connect antara perencanaan penganggaran dan penatausahaan. Ini tentunya akan sampai ke tingkat pertanggungjawaban. Bahkan kemarin itu sampai dua kali kita coba kerjakan, melalui sistem dan manual. Tetap dalam seminggu terakhir ini proses pencairan kita di keuangan ada kendala lagi,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekda Jabar Setiawan Wangsaatmaja menegaskan bahwa pihaknya siap membantu pendidikan dan pengajaran terkait permasalahan SIPD tersebut.

Baca Juga: Wagub Jabar Beri Pengarahan kepada Siswa dan Staf Pengajar saat Meninjau PTM Terbatas di Cianjur

Setiawan berharap selama memberikan pembinaan, TAPD Jabar juga akan menerima feedback dari tim Kabupaten Fakfak, sehingga dapat menjadi masukan yang membangun bagi perbaikan pengelolaan keuangan Jabar.

"Kami pun ingin mendapatkan masukan. Siapa tahu nanti ada hal-hal yang menjadi masukan dari Kabupaten Fakfak yang juga menjadi pembelajaran bagi kami," harapnya.

Lebih lanjut Setiawan mengatakan, pihaknya sempat membuat kuisioner pada saat gelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 di Papua, di mana Jabar menjadi kontingen terfavorit setelah kontingen Papua. Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu bukti kuatnya hubungan persaudaraan antara Jabar dengan Papua.

Baca Juga: Ridwan Kamil Paparkan Potensi Investasi Jabar kepada Investor di Amsterdam Belanda

"Saat PON kami membuat kuisioner disana, salah satu pertanyaannya adalah selain kontingen Papua, kontingen mana yang menjadi favorit. Hasilnya Alhamdulillah Jawa Barat," ujar Setiawan.

"Ini yang membuat kami merasa bahwa sangat erat persaudaraan kita. Kami pun merasa kita harus sama-sama maju," imbuhnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X