• Senin, 24 Januari 2022

Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 akan Dibuka 10 November 2021 oleh Presiden Joko Widodo

- Jumat, 5 November 2021 | 22:04 WIB
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha saat site visit Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jawa Barat di depan Gasibu, Kota Bandung, Jumat, 5 November 2021. (Humas Jabar/Fajar)
Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha saat site visit Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jawa Barat di depan Gasibu, Kota Bandung, Jumat, 5 November 2021. (Humas Jabar/Fajar)

BANDUNGNEWSPHOTOPemda Provinsi Jawa Barat akan membuka Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jabar, di Jalan Surapati, Kota Bandung yang rencananya oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada 10 November 2021.

Monumen Perjuangan Covid 19 Jabar merupakan cara Pemda Provinsi Jabar menghargai perjuangan para tenaga kesehatan, relawan dan ASN yang terlibat dalam penanganan pandemi.

Selain itu, melaui monumen masyarakat yang memanfaatkan kawasan tersebut diajak untuk sama-sama merenungkan dan terus berupaya meminimalisasi kasus Covid 19 di Jabar.

Baca Juga: Wakil Wali Kota Bandung Bangun Budaya Olahraga Luncurkan Senam Wibawa Mukti

Dalam monumen tersebut terdapat nama-nama para tenaga kesehatan, relawan maupun ASN yang terlibat dalam penanganan Covid 19 di Jabar yang dipahat di dua sisi kiri dan kanan gerbang monumen.

Menurut Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman Jabar Boy Iman Nugraha, Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jabar merupakan bagian dari kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jabar.

Monumen ini memiliki empat segmen. Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 sendiri termasuk segmen pertama bersama dengan Kawasan Gasibu dalam areal Welcome Plaza.

Baca Juga: Wagub Jabar Optimis Jabar bisa kembali Juara di Peparnas XVI Papua

Sementara segmen kedua adalah Griya Kriya atau tempat promosi, Segmen ketiga Ruang Festival, dan Segmen keempat adalah Monumen Perjuangan Rakyat Jabar di Jalan Dipatiukur sebagai induknya.

“Pembangunan monumen ini sudah direncanakan sejak 2013-2014 lalu, di mana Pemda Provinsi Jabar sudah merencanakan merevitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dan Gasibu. Kemudian bersamaan dengan PON 2016 kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat dengan Gasibu dijadikan teupas (etalase) Jawa Barat,” ujar Boy dalam jumpa pers pada site visit Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 di Jalan Surapati, Kota Bandung, Jumat (5/11/2021).

Menurut dia, kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat plus Gasibu itu sudah mereka kelola dan tata mulai tahun 2014 hingga 2016. Hingga 2016 tersebut hanya baru Gasibu yang selesai.

Baca Juga: Jabar Raih Juara 2 atas Tiga Kategori Anugerah Media Humas 2021 di Nusa Dua Bali

“Tahun 2020 Pemda Provinsi Jabar melalui Dinas Perumahan Permukiman itu memiliki anggaran untuk revitalisasi kawasan Monumen Perjuangan Jawa Barat atau Monju,” ujar Boy.

“Namun karena terjadi pandemi yang dimulai sejak Maret tahun 2020 itu kita mengalami refocusing, mengalami rasionalisasi anggaran dan baru bisa menyelesaikan Welcome Plaza ini,” kata Boy melanjutkan.

Boy mengatakan, Welcome Plaza ini semula dijadikan gerbang pandang yang menghubungkan Gedung Sate – Monju dan Gunung Tangkubanparahu. Ibarat membingkai, pola dari utara maka akan terlihat Kawasan Gasibu dan Gedung Sate, sedangkan jika membingkai dari selatan akan terlihat Kawasan Monju dan Gunung Tangkubanparahu.

Baca Juga: Pemda Provinsi Jabar Atasi Banjir di Kawasan Jatiasih Bekasi Akibat Luapan Air Kali Cakung

Awalnya Pemda Provinsi Jabar hanya akan membangun Welcome Plaza di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat. Tapi di tengah perjalanan, kata Boy, Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengusulkan ide membangun monumen untuk menghormati para nakes yang berjuang di garda terdepan.

“Ada pemikiran dari Pemda Provinsi untuk menambahkan nilai terhadap ornamen arsitektural yang ada di gerbang Welcome Plaza ini,” tutur Boy.

Boy menyebutkan ada 291 nama yang akan tercatat di Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jabar, 44 nakes di antaranya berstatus sebagai aparatur sipil negara. Monumen diperuntukkan sebagai pengingat untuk semua bahwa menangani pandemi tidak mudah dan butuh pengorbanan termasuk jiwa.

Baca Juga: Keren! Pemkot Bandung Ciptakan Peta Batasan Administrasi Tingkat RT dan RW

“Jadi ada dua esensi. Satu sebagai penghargaan terhadap dedikasi, yang kedua adalah sebagai tempat perenungan bagi kita bahwa Covid 19 harus dihadapi bersama oleh kita semua dengan menjaga protokol kesehatan, menjaga diri kita, menjaga keluarga kita, menjaga lingkungan kita untuk tetap sehat,” tutur dia.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jabar Dedi Taufik pada kesempatan yang sama optimistis Presiden Joko Widodo akan hadir langsung meresmikan Monumen Perjuangan Pandemi Covid 19 Jawa Barat pada 10 November mendatang.

“Jadi mulai penyambutan Presiden dikemas dalam sebuah kesenian, dan kemudian juga nanti diakhiri dengan pembacaan puisi melibatkan para budayawan. Selain itu ada teman-teman seniman lain yang mengisi,” ucap dia.

Baca Juga: Jelang peringatan Hari Pahlawan, Masyarakat Harus Bangkit Hadapi Pandemi Covid 19

Meski demikian, Dedi juga tetap menyiapkan rancangan jika Presiden hadir secara daring. “Kami juga siapkan secara hybrid: offline dan online. Nanti kita lakukan apabila Bapak Presiden tidak bisa hadir,” ujarnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB

Arteria Dahlan Minta Maaf, Ridwan Kamil: Hatur Nuhun

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB
X