• Jumat, 3 Desember 2021

Dishub Jabar Bahas Rencana Induk Transportasi Terpadu Metropolitan Rebana

- Jumat, 12 November 2021 | 09:41 WIB
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Koswara mengatakan Komitmen dan kolaborasi dari kabupaten/Kota khususnya di Wilayah IV ini sangat di penting, agar percepatan pembangunan Kawasan Rebana khsusunya dapat berjalan optimal (Biro Adpim Jabar)
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Koswara mengatakan Komitmen dan kolaborasi dari kabupaten/Kota khususnya di Wilayah IV ini sangat di penting, agar percepatan pembangunan Kawasan Rebana khsusunya dapat berjalan optimal (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat bersama enam dishub daerah membahas Rencana Induk Transportasi Terpadu dalam kawasan strategis menjelang pembangunan Metropolitan Rebana.

Keenam perwakilan daerah yang hadir yakni dinas perhubungan dari Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, Kabupaten Subang, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, dan Dinas Perhubungan Kabupaten Kuningan, serta Badan Pengelola Transportasi Daerah Wilayah IX Jawa Barat.

Seperti diketahui keenam daerah ini plus Kabupaten Sumedang akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan Metropolitan Rebana yang saat ini sudah terbit Peraturan Presiden Nomor 87 tahun 2021 tentang Percepatan Pembangunan Kawasan Rebana dan Kawasan Jabar Bagian Selatan.

Baca Juga: Pisah Sambut Kapolda Jabar, Terima Kasih Irjen Pol Ahmad Dofiri, Selamat Datang Irjen Pol Suntana

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Koswara meminta kabupaten/kota aktif memberi masukan dalam penyusunan sistem transportasi yang baik di kawasan metropolitan.

“Komitmen dan kolaborasi dari kabupaten/Kota khususnya di Wilayah IV ini sangat di penting, agar percepatan pembangunan Kawasan Rebana khsusunya dapat berjalan optimal,” ujar Koswara saat membuka rapat koordinasi di De Jihan’s Hotel, Kabupaten Kuningan, Selasa, November 2021.

Menurutnya, keselarasan program dan kewenangan di sektor transportasi harus dilakukan bersama -sama agar perannya bisa maksimal dalam mendorong perwujudan pembangunan transportasi daerah yang lebih baik. Terutama bagaimana menyelaraskan arah kebijakan dan kewenangan Pemerintah Pusat.

Baca Juga: Harga Minyak Goreng Naik, Disdagin Kota Bandung Pastikan Pasokannya Aman

Koswara menyebut sejumlah permasalahan yang akan muncul dan perlu solusi. Yakni penanganan dan penertiban kendaraan besar dan kelebihan muatan atau ODOL (Over Dimension Over Load), ketersediaan rambu lalu lintas dan fasilitas lain, penertiban angkutan barang dan penumpang, jalur logistik dalam kawasan, sumber daya manusia, serta terminal, dan lain- lain.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X