• Jumat, 3 Desember 2021

Pemda Provinsi Jabar dan Pemerintah Pusat Lakukan Upaya Pengendalian Banjir

- Jumat, 12 November 2021 | 17:42 WIB
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar Dikky Achmad Sidik berbicara saat acara Jabar Punya Informasi bertajuk Penanganan Banjir Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Denny Alung)
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar Dikky Achmad Sidik berbicara saat acara Jabar Punya Informasi bertajuk Penanganan Banjir Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Denny Alung)

BANDUGNEWSPHOTO - Pemda Provinsi Jabar dan pemerintah pusat melakukan sejumlah upaya pengendalian untuk menekan potensi terjadinya banjir.

Penanganan banjir yang terintegrasi dan melibatkan semua pihak, mulai dari pemerintah, komunitas, sampai masyarakat, dapat meminimalkan potensi sekaligus dampak banjir di Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jabar Dikky Achmad Sidik mengatakan Pemda Provinsi Jabar telah mengidentifikasi titik-titik rawan banjir. Selain itu, pemerintah pusat pun sudah dan sedang membangun beberapa infrastruktur pengendali banjir.

Baca Juga: Menteri Luar Negeri Inggris Tawarkan Buka Restoran Es Cendol di London

"Untuk Citarum, kita bisa lihat sendiri, sudah banyak yang dilakukan, mulai dari Terowongan Nanjung, kemudian Floodway Cisangkuy, kemudian juga ada pembangunan Kolam Retensi yang sedang dikerjakan," kata Dikky dalam JAPRI (Jabar Punya Informasi) #83 bertajuk Penanganan Banjir di Jabar di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021.

Dikky menuturkan, infrastruktur banjir tidak hanya dibangun di Daerah Aliran Sungai (DAS) Sungai Citarum, tetapi juga Wilayah Sungai lainnya seperti Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane. Ia mencontohkan saat ini pemerintah pusat sedang menuntaskan pembangunan Bendungan Sukamahi dan Ciawi.

Selain itu, pemerintah pusat sedang membangun Bendungan Leuwikeris di Kabupaten Tasikmalaya dan Ciamis untuk peningkatan volume tampungan air sehingga suplai air irigasi ke lahan pertanian terjaga dan pengendalian banjir.

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Penjelasan soal Monumen Covid 19

"Dari semua kegiatan tersebut, yang paling utama adalah kita berkolaborasi untuk pengendalian banjir ini. Karena kalau kita lihat berdasarkan kegiatan yang dilakukan oleh BBWS maupun kita. Tentunya, kegiatan ini membutuhkan biaya yang sangat besar dan waktu yang cukup panjang," ucapnya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X