• Senin, 29 November 2021

Air Kali Rasmi Bekasi Tengah Diuji Laboratorium untuk Dapatkan Bukti Ilmiah

- Jumat, 12 November 2021 | 22:55 WIB
Petugas membawa sample air Kali Rasmi untuk diuji laboratorium di Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi,  pada Selasa, 9 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)
Petugas membawa sample air Kali Rasmi untuk diuji laboratorium di Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa, 9 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)

BANDUNGNEWSPHOTO - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat (Jabar) dan Kabupaten Bekasi sedang menunggu hasil laboratorium air Kali Rasmi di Desa Wangunharja, Cikarang Utara, Bekasi terkait pencemaran kali tersebut.

Air kali yang tercemar berbentuk busa dan sempat viral di media sosial tersebut diuji laboratorium untuk mendapatkan bukti ilmiah kandungan pencemaran air.

Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Jabar A. Budhiyanto menuturkan, hasil laboratorium tersebut akan menjadi dasar guna mengidentifikasi lebih lanjut pencemaran Kali Rasmi.

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Hadiah Lukisan Pada Pernikahan Ria Ricis

"Sekarang sedang menunggu hasil laboratorium. Sedangkan Kali Rasmi sendiri, berdasarkan informasi dari Pemda Kabupaten Bekasi merupakan saluran irigasi. Kami juga terus berkoordinasi dengan Pemda Kabupaten Bekasi melalui DLH Kabupaten Bekasi," ucap Budhiyanto, Jumat, 12 November 2021.

Budhiyanto menjelaskan, sampel air Kali Rasmi sesuai informasi dari DLH Kabupaten Bekasi diambil dari tiga titik, yaitu hulu (titik intrusi awal aliran Kali Cilemah Abang yang mengalir ke saluran irigasi Kali Rasmi), tengah (antara hulu-pintu air), dan setelah pintu air.

Menurut Budhiyanto, pengambilan ketiga sampel itu dilakukan untuk mengidentifikasi kandungan air sekaligus titik start pencemaran Kali Rasmi. Ia menuturkan, hasil laboratorium menjadi penting mengingat untuk membuktikan pencemaran air harus memiliki bukti ilmiah.

Baca Juga: 40,6 Juta Bibit Pohon Sudah Tertanam di Lahan Kritis Jabar

"Bentukan yang masuk ke Kali Rasmi itu busa. Orang awam melihat seperti busa deterjen. Bisa saja karena limbah dari industri atau limbah domestik. Tapi untuk menentukan hal tersebut harus menunggu terlebih dahulu hasil menunggu hasil laboratorium," ucapnya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BOR di Jawa Barat Turun hingga 2 Persen

Sabtu, 27 November 2021 | 20:26 WIB

5.300 Desa di Jabar Ditargetkan Punya BUMDes

Jumat, 26 November 2021 | 19:56 WIB
X