• Selasa, 9 Agustus 2022

Masyarakat Diminta untuk Terlibat dalam Gerakan Sumur Resapan sebagai upaya Pencegahan Banjir

- Sabtu, 13 November 2021 | 14:51 WIB
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik meninjau sumur resapan usai menjadi pembicara dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Denny Alung)
Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat Dikky Achmad Sidik meninjau sumur resapan usai menjadi pembicara dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Denny Alung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Masyarakat diminta untuk terlibat aktif dalam gerakan sumur resapan sebagai upaya pencegahan banjir. Sumur resapan adalah salah satu gerakan yang akan diluncurkan di Jabar bulan ini sebagai salah satu gerakan untuk memasyarakatkan konservasi air ke dalam tanah.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (Jabar) Dikky Achmad Sidik usai menjadi pembicara dalam Jabar Punya Informasi (JAPRI) di Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat, 12 November 2021.

Menurut Dikky, Gerakan rekayasa konservasi air ini akan menggunakan alat sederhana untuk menampung air hujan ke dalam tanah yang rencananya akan dimulai dalam waktu dekat.

Baca Juga: Bazar Produk Kelautan dan Perikanan Jabar Berikan Ruang bagi Pelaku UMKM

Ada dua keuntungan bila gerakan sumur resapan ini dilakukan secara masif. Pertama, akan mengurangi debit air yang masuk ke drainase sehingga meminimalisir terjadinya banjir. Kedua, air tanah dapat terisi kembali melalui sumur resapan.

"Dengan gerakan ini debit air pada drainase menjadi berkurang dan bisa me-recharge air tanah lewat sumur resapan ini," ucapnya.

Pembuatan sumur resapan tidak perlu menggunakan teknologi khusus tetapi bisa dilakukan dengan sederhana di rumah-rumah. Dikky menyebut cara sederhana ini sudah pernah dilakukan oleh para Babinsa di Satgas Citarum Harum, yakni dengan menggunakan drum bekas yang dilubangi. Kendati kapasitas penampungan airnya kecil, tetapi cara itu sudah berfungsi sebagai sumur resapan.

Baca Juga: 22 Peserta dan 3 Pembina Kafilah Jabar Ikuti MTQ Korpri di Kendari Sulawesi Utara

"Bisa dengan cara sederhana menggunakan drum bekas yang dilubangi, secara fungsi itu sudah cukup hanya kapasitasnya saja kecil tetapi bila dilakukan dengan masif kan menjadi besar," tutur Dikky.

Pembuatan sumur resapan dengan teknologi khusus akan diperuntukkan bagi kantor instansi pemerintah maupun perusahaan swasta. Dikky mengatakan, Dinas SDA Jabar sudah menentukan model sumur resapan dari PT Danone yang akan dijadikan rujukan. Sumur resapan dengan teknologi tersebut bahkan sudah diterapkan di Gedung Sate dan efektif menyerap air dengan kapasitas besar.

"Model sumur resapan seperti ini sudah kami kaji, seperti yang di Gedung Sate kapasitasnya lebih besar dibanding model lainnya, pembuatannya juga menggunakan limbah plastik yang di daur ulang," jelasnya.

Baca Juga: Wagub Jabar Apresiasi Kiprah BKPRMI Cerdaskan Akhlak dan Moral Genarasi Muda

Gerakan sumur resapan untuk tahap awal akan dilakukan oleh kantor-kantor instansi pemerintah. Menurut Dikky, pemerintah harus memberikan contoh baik kepada masyarakat khususnya dalam konservasi air yang akan berkontribusi mencegah banjir.

"Tahap awal akan dibuat di gedung-gedung pemerintahan supaya pemerintah dapat memberikan contoh ke masyarakat bahwa kita melakukan konservasi air. Jadi jangan hanya mendorong saja, tapi juga harus melakukan," tuturnya.

Dalam upaya pengendalian banjir, Dinas SDA Jabar sudah mengidentifikasi titik rawan banjir khususnya di wilayah yang terlintasi oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Ciliwung-Cisadane, DAS Citarum dan DAS Cimanuk.

Baca Juga: Air Kali Rasmi Bekasi Tengah Diuji Laboratorium untuk Dapatkan Bukti Ilmiah

"Di tiap wilayah sungai kita ada titik rawan banjir seperti di BBWS Ciliwung-Cisadane ada di sekitar Bekasi dan Bogor yang menjadi penopang ibu kota," ujar Dikky.

Lalu di wilayah BBWS Citarum, titik rawan banjir jauh lebih banyak lagi karena melewati 13 kabupaten/kota. Untuk DAS Citarum Hulu tiitik rawannya ada di seluruh Bandung Raya di mana daerah acuannya adalah Dayeuhkolot.

Sementara titik rawan banjir akibat luapan air DAS Citarum hilir ada di wilayah Bekasi, Karawang (pertemuan sungai Cibeet dan Citarum), Subang hingga mengarah ke Indramayu.

Baca Juga: Ridwan Kamil Beri Hadiah Lukisan Pada Pernikahan Ria Ricis

"Untuk BBWS Cimanuk titik rawannya di Cirebon, Majalengka, Indramayu dan Cimanuk hulunya yaitu di Garut," kata Dikky.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X