• Jumat, 3 Desember 2021

Buruan SAE Kota Bandung Jadi Rujukan Organisasi Rikolto

- Minggu, 14 November 2021 | 10:49 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial (kanan) mengajak rombongan Rikolto melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung Oded M Danial (kanan) mengajak rombongan Rikolto melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Organisasi ketahanan pangan internasional Rikolto datang ke Kota Bandung untuk melihat Buruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) sebagai rujukan permodelan urban farming.

Wali Kota Bandung Oded M Danial berdiskusi dan mengajak rombongan Rikolto yang terdiri dari perwakilan dari Bali, Solo, dan Depok melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung.

Oded menuturkan, konsep Buruan SAE muncul atas keprihatinannya terhadap kondisi pangan di Indonesia, khususnya Kota Bandung.

Baca Juga: Yana dan Rappi Tampan Bagikan Alquran dan Juz Amma untuk Dorong Visi Bandung Agamis

Menurutnya, ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, bahkan impor cukup miris jika menilik pada kondisi alam Indonesia yang subur.

"Indonesia dianugerahi menjadi negeri sangat subur makmur. Hampir segala macam tumbuh di Indonesia, saking suburnya. Tapi saya prihatin setelah di atas 70 tahun, ketan saja kita ada yang impor. Garam, sayuran, buah-buahan juga impor," ucap Oded di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021.

Terlebih, saat Oded melihat kultur perkotaan yang memang tidak begitu dekat dengan konsep perkebunan, ini harus mendapat perhatian khusus. Mengingat terbatasnya lahan untuk bisa mengaktivasi kebun.

Baca Juga: Omzet Pasar Kreatif Bandung 2021 di Cihampelas Walk Tembus Rp3,8 miliar

"Ketika mendapat amanah, saya berpikir kalau sebuah kota yang terbatas lahannya kemudian mampu menghadirkan ketahanan pangan itu baru istimewa. Kalau wilayah kabupaten yang punya banyak lahan itu biasa-biasa saja," ujarnya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X