• Jumat, 21 Januari 2022

Buruan SAE Kota Bandung Jadi Rujukan Organisasi Rikolto

- Minggu, 14 November 2021 | 10:49 WIB
Wali Kota Bandung Oded M Danial (kanan) mengajak rombongan Rikolto melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)
Wali Kota Bandung Oded M Danial (kanan) mengajak rombongan Rikolto melihat pengaplikasian Buruan SAE yang terintegrasi dengan Kurangi Pisahkan Manfaatkan (Kang Pisman) di Pendopo Kota Bandung, Sabtu, 13 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)

Ketika pandemi Covid-19 melanda Indonesia, Oded menilai pelaksanaan konsep berkebun di perkotaan menjadi semakin penting. Sehingga Ia terus memperkuat Buruan SAE untuk membangun ketahanan pangan. Minimal untuk memenuhi level rumah tangga.

"Ketika pandemi, apabila sampai lockdown ini tidak bisa kemana-mana. Bisa jadi pasokan tidak masuk Kota Bandung. Kalau pasokan ini berhenti kita bisa kelaparan," tegasnya.

Baca Juga: Pembinaan Olahraga Sepak Bola Harus Berkesinambungan

Lebih lanjut, Oded menuturkan, konsep Kang Pisman ini menjadi saling dukung dengan Buruan SAE. Yakni sekaligus menjadi solusi untuk persoalan sampah yang menjadi masalah utama perkotaan.

"Pengolahan sampah paling efektif itu di hulu, bukan di hilir. Artinya dari warga. Karena paling mahal biaya pengolahan sampah itu pada biaya operasional dan tiping fee. Kalau desentralisasi selesai, minimal di TPS memotong efisiensi," ulasnya.

Sementara itu, Regional Direcktor Rikolto Indonesia, Nonie S. sangat bersyukur bisa datang ke Kota Bandung untuk melihat langsung konsep Buruan SAE.

Baca Juga: Tiga Atlet Para-Renang Jabar Pecahkan Rekor Nasional

Menurutnya, Buruan SAE merupakan implementasi yang komprehensif untuk konsep ketahanan pangan.

"Kita membuat konsorsium tim kota cerdas pangan. Ini program yang Rikolto bawa di 4 kota, yaitu Denpasar, Solo, Depok dan sekarang di Bandung. Ini sudah jalan dari 2017. Dua tahun pertama itu lebih banyak riset dan pada 2019 mulai implementasi," kata Nonie.

Sedangkan Kepala Bappeda Surakarta, Tulus Widayat ikut terkesan dengan keberpihakan kebijakan pimpinan di Kota Bandung.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arteria Dahlan Minta Maaf, Ridwan Kamil: Hatur Nuhun

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB
X