• Senin, 24 Januari 2022

Pemkot Bandung Jalin Kerjasama dengan Ormas Jaga Kota Bandung Tetap Kondusif

- Rabu, 17 November 2021 | 18:23 WIB
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) berbicara saat penandatangan kerjasama dengan sejumlah ormas di Oasis Siliwangi Hotel Bandung, Selasa 26 November 2021.  (Humas Pemkot Bandung)
Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana (kiri) berbicara saat penandatangan kerjasama dengan sejumlah ormas di Oasis Siliwangi Hotel Bandung, Selasa 26 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)

Dalam arahannya Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan, Kota Bandung sebagai Kota Metropolitan, penduduknya terdiri dari berbagai suku, agama, ras, dan golongan. Kondisi ini rentan oleh berbagai konflik, namun hal itu relatif tidak pernah terjadi di Kota Bandung.

Baca Juga: Kejar Target hingga Akhir Tahun, Ridwan Kamil Minta Sekda Kabupaten/Kota Percepat Vaksinasi Covid 19

Menurutnya, di Kota Bandung kalau pun terjadi konflik, bukan karena perbedaan identitas tetapi lebih disebabkan faktor kepentingan. Ia pun bersyukur potensi konflik di Kota Bandung selalu bisa diredam.

"Hal itu karena kedewasaan sikap para pemimpin kelompok, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, serta kerja sama yang baik di Jajaran pemerintahan yang diwadahi oleh Forkopimda," katanya.

Oleh karena itu, sinergisitas Forkopimda dengan ormas yang ada di Kota Bandung harus tetap dipelihara dan bahkan ditingkatkan menjadi lebih kondusif agar dapat meraih misi Kota Bandung yang unggul, nyaman, sejahtera, dan agamis.

Baca Juga: Kesejahteraan Buruh dan Industri Harus Adil Ikuti Asas Keadilan

"Apalagi kita memiliki kesamaan persepsi dan tujuan hidup yaitu meraih kesejahteraan lahir dan batin yang hanya bisa diraih dalam suasana kehidupan yang tentram, tertib, dan kondusif," ungkapnya.

"Itu sebabnya kebersamaan antar kelompok harus dipelihara, dimana semua pihak dituntut memupuk rasa hormat, bangga dan toleran terhadap setiap perbedaan," lanjutnya.

Yana berharap, hal tersebut harus dibangun oleh sikap untuk mau bedialog serta lebih terlibat dalam dinamika keragaman. Terlebih berbagai konflik yang terjadi biasanya berawal dari ketidakpedulian terhadap perbedaan yang dimiliki oleh pihak lainnya.

Baca Juga: Ainul Yaqin, Lulusan S2 Lebih Memilih Jadi Petani daripada Kerja Kantoran

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB

Arteria Dahlan Minta Maaf, Ridwan Kamil: Hatur Nuhun

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB
X