• Jumat, 3 Desember 2021

Sodetan Cisangkuy Kurangi Luasan Banjir Menjadi 70 Persen

- Selasa, 23 November 2021 | 08:57 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau sodetan atau jalan banjir Cisangkuy di Kabupaten Bandung, Senin, 22 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Pipin Sauri)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau sodetan atau jalan banjir Cisangkuy di Kabupaten Bandung, Senin, 22 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Pipin Sauri)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sodetan Cisangkuy mampu mengurangi luasan banjir menjadi 70 hektare dari sebelumnya 370 hektare yang dibangun sebagai salah satu infrastruktur pengendali banjir Bandung Selatan.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat meninjau sodetan Cisangkuy di Kabupaten Bandung, Senin, 22 November 2021. Tinjauan lapangan ini untuk memastikan penanganan banjir terus dilakukan.

"Ini bisa mengurangi yang biasanya 370 hektar di Dayeuhkolot insyaallah tahun depan sudah berkurang tinggal 70-an hektare," kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Wagub Jabar Tekankan Karakter Keimanan dan Ketakwaan Peserta Didik

Sodetan Cisangkuy sepanjang 1,7 kilometer dibangun Kementerian PUPR. Aliran sungai dibelokkan menjauhi permukiman warga yang kemudian akan bertemu dengan Sungai Citarum. Sodetan ini melengkapi pembangunan kolam retensi Cieunteung dan Andir yang ditargetkan selesai akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan berita baik hadir di wilayah yang biasanya tergenang," ujar Gubernur.

Dalam kunjungannya itu, Gubernur sempat bertanya kepada warga dan mendapat keterngan bahwa saat ini ketinggian banjir sudah mulai berkurang dan cepat surut.

Baca Juga: Anggaran Pendidikan Jabar 2022 Diusulkan 33,21 Persen Sementara Alokasi Kesehatan 12,69 Persen

"Tadi saya wawancara warga, biasanya dulu banjirnya lama dan tinggi sekarang sudah jarang lagi. Alhamdulillah mudah-mudahan sampai akhir musim hujan kita bisa mengendalikan," ungkapnya.

Kendati Bandung Selatan belum bisa 100 persen bebas banjir namun upaya pengurangan banjir terus dilakukan. Kang Emil menyebut persoalan banjir tak hanya disebabkan oleh air melimpah saat musim hujan.

"Kita belum bisa bilang 100 persen bebas banjir karena itu menurut saya takabur. Fenomena air ini tidak melulu apa yang kita lihat sehari-hari, tapi ada yang mempengaruhi seperti global warming," kata Gubernur.

Baca Juga: Pemkot Bandung akan Manfaatkan Lahan eks TPA Leuwigajah untuk Ketahanan Pangan

Kunjungannya ke sodetan Cisangkuy sekaligus juga untuk persiapan rencana kunjungan lapangan Presiden Joko Widodo ke Sungai Citarum dalam waktu dekat. Kang Emil mengatakan, Presiden ingin melihat langsung perkembangan penanganan Sungai Citarum yang saat ini sudah dikategorikan cemar ringan.

"Rencana Presiden ingin melihat kemajuan Citarum dari berbagai apsek karena di Glasglow kita mendapat kehormatan melaporkan ke dunia bahwa Citarum sudah tidak lagi sungai terkotor sedunia, tapi sudah jauh lebih baik dan bersih," ungkapnya.***

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X