• Jumat, 3 Desember 2021

Hati-hati, 19 Desa di Jabar Berisiko Tinggi Bencana Alam, Mayoritas ada di Bogor

- Selasa, 23 November 2021 | 19:00 WIB
Peralatan untuk menangani bencana disiapkan dalam apel siaga bencana di depan Gedung Sate, Selasa, 23 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Pipin Sauri)
Peralatan untuk menangani bencana disiapkan dalam apel siaga bencana di depan Gedung Sate, Selasa, 23 November 2021. (Biro Adpim Jabar/Pipin Sauri)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sebanyak 19 desa dari 5.312 desa di Jawa Barat (Jabar) masuk kategori risiko tinggi bencana alam dan resiko sedang berjumlah 3.500 desa. Mayoritas desa rawan bencana hidrologi ada di wilayah Jabar selatan khususnya Kabupaten Bogor.

Demikian dikatakan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat memberikan pengarahan dalam apel siaga bencana di depan Gedung Sate, Selasa, 23 November 2021.

"Mayoritas ada di Jabar selatan yaitu Kabupaten Bogor maka kita perlu atensi yang lebih maksimal," ujar Ridwan Kamil.

Baca Juga: Wagub Jabar Terima Bantuan 10.000 Masker Medis dari ST Engineering Pte. Ltd

Pemda Provinsi Jawa Barat sudah meminta BPBD mengawasi 19 desa tersebut sebagai langkah antisipasi. Warga yang rumahnya di sekitar bantaran sungai dan perbukitan juga terus diingatkan agar selalu waspada saat terjadi hujan.

"Perkiraan musim hujan ekstrem sampai Januari 2022, maka RT/RW dan warga harus siaga 1 terutama yang rumahnya di bantaran sungai. Saya juga sudah perintahkan BPBD agar lakukan tindakan pencegahan terukur jangan sampai menunggu korban," tuturnya.

Sebelumnya, BMKG sudah memberikan peringatan bahwa prediksi musim hujan ekstrem di Jabar akan terjadi sampai Januari 2022. Kang Emil berharap, apel siaga 2021 yang digelar ini memberikan semangat dan penguatan bagi para pasukan yang akan bertugas di lapangan.

Baca Juga: Sodetan Cisangkuy Kurangi Luasan Banjir Menjadi 70 Persen

"Sekarang penguatan semangat dari pasukan bahwa pasukan kebencanaan sangat siap," ucapnya.

Ada tujuh fokus utama yang ditekankan dalam apel siaga bencana tersebut. Yaitu perencanaan, pengorganisasian, dan pengujian peringatan dini, penyiapan pasokan kebutuhan dasar (logistik), penyuluhan pelatihan tanggap darurat, penyiapan lokasi, akurasi sistem data digital, dan penyiapan sarana.

Sejumlah peralatan baru bahkan sudah disiapkan di sejumlah titik rawan bencana. Kodam III/Siliwangi juga sudah menyiapkan dapur umum canggih yang bisa mengubah air kotor menjadi air siap minum.

Baca Juga: Wagub Jabar Tekankan Karakter Keimanan dan Ketakwaan Peserta Didik

"Dapur umum canggih dari Kodam sudah ada melengkapi peralatan lainnya dari institusi lain," kata Kang Emil.

Ia menuturkan, di balik keindahan alam Jabar terkandung potensi bencana yang harus diwaspadai. Setiap tahun tercatat 1.500 sampai 2.000 laporan kebencanaan terjadi khususnya banjir di wilayah utara dan longsor di selatan. Bahkan sejak Oktober hingga sekarang sudah terjadi 500 bencana banjir dan longsor.

"Itulah kenapa dari Oktober kita sudah tetapkan siaga 1 karena sudah lebih dari 500 bencana, kalau dari Januari sudah lebih dari 1.000. Semoga jumlahnya makin sedikit sehingga kita bisa fokus membangun Jabar lebih baik," harap Kang Emil.***

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X