• Jumat, 3 Desember 2021

Atalia Beri Semangat Keluarga Sarah yang Meninggal Disiram Air Keras oleh Abdul Latif

- Kamis, 25 November 2021 | 23:30 WIB
Atalia Praratya Ridwan Kamil (kanan) saat menyambangi keluarga Sarah di RT 02/07, Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kamis, 25 November 2021. (Biro Adpim Jabar)
Atalia Praratya Ridwan Kamil (kanan) saat menyambangi keluarga Sarah di RT 02/07, Kampung Munjul, Desa Sukamaju, Kamis, 25 November 2021. (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Istri Gubernur Jawa Barat Atalia Praratya Ridwan Kamil memberikan semangat terhadap keluarga Sarah yang meninggal dunia akibat disiram air keras oleh suaminya Abdul Latif.

Sarah menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang meninggal dunia pada Sabtu, 20 November 2021, setelah suaminya Abdul Latief menyiramnya dengan air keras. Warga negara Arab Saudi itu kini terancam penjara seumur hidup dan siap diadili di pengadilan Indonesia.

“Saya hari ini hadir untuk takziah ke keluarga besarnya Sarah, saya merasa prihatin terhadap kejadian ini. Tentu kejadian ini adalah kejadian yang harus menjadi pembuka mata kita semua agar kejadian lain tidak boleh ada lagi di masa yang akan datang,” ujar Atalia saat menyambangi keluarga Sarah di Desa Sukamaju, Kabupaten Cianjur, Kamis, 25 November 2021.

Baca Juga: HIPWI dan FKPPI Kerja Sama Pengelolaan Sampah Teknologi Incinerator dengan Perumda Pasar Juara

Saat mendatangi rumah duka keluarga korban, Atalia memberikan semangat kepada Erawati, ibu kandung Sarah. Ia menilai situasi keluarga yang ditinggalkan penuh dengan keharmonisan.

“Jadi saya melihat bagaimana kondisi yang ada ternyata di sini dia memiliki kelurga yang luar biasa seorang ibu dan juga adiknya dua, mereka ini keluarga yang hangat dan juga pamannya dan lain sebagainya,” imbuh Atalia.

Menurut Atalia, kejadian nahas yang menimpa Sarah harus menjadi pelajaran bagi semua pihak. Oleh karenanya Atalia mengajak berbagai stakeholders dimulai dari Polri, TNI hingga dinas terkait dan masyarakat setempat untuk bahu membahu melaporkan apabila terjadi KDRT.

Baca Juga: Seblak dan Ranginang Ikan Tingkatkan Minat Konsumsi Ikan

Apalagi menurut laporan yang didapat dari Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jabar, pada 2020 ada 300 laporan KDRT. Kasus yang dilaporkan pun beragam, baik bersifat internal pribadi ataupun yang ketakutan untuk melapor hingga menjadi fenomena gunung es.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jabar dan Yogyakarta Kolaborasi Majukan Pramuka

Kamis, 2 Desember 2021 | 12:48 WIB
X