• Jumat, 21 Januari 2022

DLHK Kota Bandung Targetkan Pengurangan Sampah 70 Persen Pada Tahun 2022

- Jumat, 26 November 2021 | 20:56 WIB
Kepala Seksi Kerja Sama Teknis Operasional DLHK Kota Bandung Deti Yulianti menjawab pertanyaan wartawan usai acara Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kamis, 25 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)
Kepala Seksi Kerja Sama Teknis Operasional DLHK Kota Bandung Deti Yulianti menjawab pertanyaan wartawan usai acara Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kamis, 25 November 2021. (Humas Pemkot Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung menargetkan pada tahun depan pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) turun menjadi 70 persen.

"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, minimal turun dari 80 ke 70 persen," ungkap Kepala Seksi Kerja Sama Teknis Operasional DLHK Kota Bandung Deti Yulianti dalam Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Kamis, 25 November 2021.

Menurut Deti, agar jumlah sampah yang diangkut ke TPA semakin kecil dilakukan dengan cara pengolahan sampah dan pengembangan kawasan bebas sampah skala kelurahan.

Baca Juga: Buruh dan Pengusaha Sepakat Putuskan UMK dengan Rasional

DLHK Kota Bandung mencatat, setiap hari jumlah timbulan sampah mencapai 1.600 ton per hari. Dengan rincian 82 persennya diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Ia menerangkan, kondisi TPA Sarimukti yang sudah tidak lagi memiliki kapasitas untuk menampung sampah. Sehingga nantinya sampah akan di angkut ke TPPAS Legok Nangka. Di sana, Kota Bandung dituntut untuk mengurangi pengangkutan sampah sebanyak 24 persen.

"Kalau Kota Bandung tidak bisa mengurangi sampah maka potensi kota lautan sampah bisa saja terjadi," imbuhnya.

Baca Juga: 5.300 Desa di Jabar Ditargetkan Punya BUMDes

Deti menuturkan, saat ini penanganan sampah di Kota Bandung terdiri dari penyapuan jalan, pengangkutan sampah ke TPA, serta pemilahan dan pengolahan sampah di sumber sampah maupun di Tempat Penampungan Sementara (TPS).

"Sekarang sudah ada 60 RW yang melakukan sistem pemilahan sampah, tapi kita masih punya PR banyak sekali," terangnya.

Sehingga untuk mengurangi volume sampah demi terwujudnya kota bersih, di tahun 2022 DLHK Kota Bandung akan kembali melanjutkan program-program yang tertunda akibat pandemi Covid 19.

Baca Juga: Uu Ruzhanul Ulum Serahkan 17 Penghargaan Bidang Kesehatan

"Seperti membangkitkan kembali Bank Sampah yang kemarin sempat terhenti. Kita dorong untuk mengaktifkan kembali," paparnya.

Kemudian DLHK akan mendorong kawasan bebas sampah (KBS) hadir di 60 kelurahan. Dengan begitu Deti meyakini permasalahan sampah sedikit demi sedikit akan mulai teratasi.

"Kita mendorong tahun depan agar setiap kelurahan minimal 40 persen kelurahan kawasan bebas sampah dengan ketaatan milah sampah 60 persen," tuturnya.

Baca Juga: Ridwan Kamil Lebih Leluasa dan Yakin Memajukan Desa Setelah diangkat Bapak BPD Indonesia

Selain itu, DLHK akan terus berupaya mengubah perilaku masyarakat untuk mau memilah sampah mulai dari pintu rumahnya. Sebab permasalahan sampah bukan hanya tanggungjawab DLHK, tetapi semua masyarakat.

"Targetnya adalah mengurangi volume sampah yang dibuang ke TPA, kita dorong juga perubahan prilaku masyarakat untuk tidak menggunakan barang sekali pakai seperti kantong plastik, botol minuman," ujarnya.

"Jangan sampai Kota Bandung jadi kota lautan sampah. Pokoknya Bandung kudu bersih," tegasnya.***

Halaman:
1
2
3

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Arteria Dahlan Minta Maaf, Ridwan Kamil: Hatur Nuhun

Jumat, 21 Januari 2022 | 13:25 WIB
X