• Sabtu, 29 Januari 2022

Masyarakat Global Gelar Webinar Angklung Heal The Word, Rayakan 11 Tahun Angklung Diakui Dunia

- Minggu, 28 November 2021 | 20:54 WIB
Sejumlah warga asing memainkan alat musik angklung di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Masyarakat global menggelar webinar internasional bertajuk Angklung Heal The World yang diselenggarakan secara virtual dari Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021. (BNP/Riki Mahardika)
Sejumlah warga asing memainkan alat musik angklung di Halaman Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, beberapa waktu lalu. Masyarakat global menggelar webinar internasional bertajuk Angklung Heal The World yang diselenggarakan secara virtual dari Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021. (BNP/Riki Mahardika)

BANDUNGNEWSPHOTO - Masyarakat global menggelar webinar internasional bertajuk Angklung Heal The World yang diselenggarakan secara virtual dari Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021.

Acara ini digelar memperingati 11 tahun angklung yang diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda oleh Unesco.

Selama ini angklung dipandang sebagai alat musik yang erat dengan pertunjukan seni, maupun media atau bahan untuk diskusi dalam berbagai forum tapi kali ini dipandang sebagai penyembuh.

Baca Juga: BOR di Jawa Barat Turun hingga 2 Persen

“Heal the world melihat sisi lain angklung sebagai healer (penyembuh) baik dari sisi aspek psikologi maupun ekonomi. Hari ini kita akan bahas ekosistem angklung di Jabar,” ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

Menurutnya, angklung punya nilai filosofis seperti kebersamaan, saling menghargai, dan kepatuhan terhadap aturan. Tiga aspek itu menjadi harmoni dalam sebuah permainan angklung. Katanya, banyak kehidupan secara sosial budaya dapat diterapkan melalui filosofi angklung.

“Ti iwung nepi ka padung. Mengisyaratkan masyarakat Jabar memiliki keterikatan dengan bambu,” kata Ridwan Kamil.

Baca Juga: Pesepeda IUCC 2021 Nikmati Keindahan Tol Cisumdawu

webinar tersebut mengusung ‘Angklung, The Potential Medium to Increase Cultural and Economic Resilience During the Covid 19’. Berbagai komunitas, akademisi, seniman budayawan, pemerhati, serta pencinta angklung dalam dan luar negeri hadir sampai akhir pada acara yang berlangsung empat jam itu.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X