• Sabtu, 29 Januari 2022

Lima Hal Penting untuk Keberlanjutan Angklung Sebagai Warisan Dunia, Saung Angklung Udjo Mulai Bangkit

- Minggu, 28 November 2021 | 21:22 WIB
Sejumlah musisi memainkan pertunjukkan angklung di Bandung, beberapa waktu lalu. Peneliti dari Departement of Music University of California Davis Amerika Serikat Henry Spiller, merekomendasikan lima hal penting untuk keberlanjutan angklung sebagai warisan budaya tak benda dunia. (BNP)
Sejumlah musisi memainkan pertunjukkan angklung di Bandung, beberapa waktu lalu. Peneliti dari Departement of Music University of California Davis Amerika Serikat Henry Spiller, merekomendasikan lima hal penting untuk keberlanjutan angklung sebagai warisan budaya tak benda dunia. (BNP)

BANDUNGNEWSPHOTO - Peneliti dari Departement of Music University of California Davis Amerika Serikat Henry Spiller, merekomendasikan lima hal penting untuk keberlanjutan angklung sebagai warisan budaya tak benda dunia.

Rekomendasi tersebut dikatakan Henry dalam webinar internasional Angklung Heal The World diselenggarakan secara virtual dari Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021.

Pertama, fokus pada nilai keberlanjutan yakni mencari dan memperluas bahan mentah bambu. Kedua, keberlanjutan nilai sunda yang menjunjung tinggi nilai HAM dan keadilan.

Baca Juga: Masyarakat Global Gelar Webinar Angklung Heal The Word, Rayakan 11 Tahun Angklung Diakui Dunia

Ketiga, lebih banyak mempromosikan angklung secara massal ketimbang pertunjukan angklung solo. Keempat, dukungan pemerintah dengan membuat kurikulum di sekolah dan melatih para guru. Kelima, memperkuat organisasi mandiri sebagai simbol nilai masyarakat sunda.

"Seperti Saung Angklung Udjo dan Budi Supardiman Angklung Web Institute, harus disupport,” sebut Henry.

Saung Angklung Udjo (SAU) yang didirikan Udjo Ngalagena atau yang biasa disebut Mang Udjo. SAU menemukan kejayaannya dengan kunjungan wisatawan 2.000 per hari dan pertunjukan 3-4 kali sehari.

Baca Juga: BOR di Jawa Barat Turun hingga 2 Persen

Namun saat pandemi Covid 19 datang, semuanya berubah. SAU nyaris bangkrut karena tidak ada wisatawan yang datang akibat pembatasan aktivitas dan mobilitas.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X