• Sabtu, 29 Januari 2022

Angklung jadi Terapi Tahanan Polisi di Thailand, Sementara di Amerika Serikat Berkembang Pesat

- Minggu, 28 November 2021 | 22:04 WIB
Pertunjukkan angklung di Bandung beberapa waktu lalu. Di Thailand angklung dijadikan obat terapi untuk anak dan remaja tanahan polisi, sementara di Amerika Serikat berkembang pesat hingga keingintahuan terhadap nada original pentatonik. (BNP)
Pertunjukkan angklung di Bandung beberapa waktu lalu. Di Thailand angklung dijadikan obat terapi untuk anak dan remaja tanahan polisi, sementara di Amerika Serikat berkembang pesat hingga keingintahuan terhadap nada original pentatonik. (BNP)

BANDUNGNEWSPHOTO - Di Thailand angklung dijadikan obat terapi untuk anak dan remaja tanahan polisi. Sementara di Amerika Serikat, angklung berkembang pesat hingga keingintahuan terhadap nada original pentatonik.

Antropolog musik etnis Dr Paphutsorn Koong Wongratanapitak dari Thailand mengaplikasikan angklung untuk anak dan remaja di dalam tahanan polisi.

Melalui terapi angklung, Koong yang juga lama bergelut dengan angklung di Indonesia, membantu anak-anak menemukan kembali jati dirinya dan pada gilirannya nanti siap berbaur dengan masyarakat.

Baca Juga: Lima Hal Penting untuk Keberlanjutan Angklung Sebagai Warisan Dunia, Saung Angklung Udjo Mulai Bangkit

Tujuan dari terapi angklung di tahanan remaja ini adalah untuk memberi rasa percaya diri bahwa hidup belum berakhir, sekaligus menunjukkan kepada orang tua potensi anak sebenarnya.

“Saatnya orang tua mendengarkan anaknya melalui angklung,” kata Koong dalam webinar internasional Angklung Heal The World yang diselenggarakan secara virtual dari Kota Bandung, Sabtu, 27 November 2021.

Selain di rumah tahanan, Koong juga mempergunakan angklung untuk merehabilitasi para lansia agar di usia senja masih merasa bahagia dan berguna dengan keahlian angklung.

Baca Juga: Masyarakat Global Gelar Webinar Angklung Heal The Word, Rayakan 11 Tahun Angklung Diakui Dunia

Angklung juga ternyata berkembang pesat di Amerika Serikat. Diawali dengan pencatatan rekor dunia permainan angklung terbanyak yang dilakukan di Washington DC pada 2011, komunitas-komunitas angklung terus bermunculan sejak itu.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X