• Sabtu, 21 Mei 2022

Kemenag Cabut Izin Pesantren Tempat Tersangka Pemerkosaan Santriwati

- Kamis, 9 Desember 2021 | 23:09 WIB
Kemenag mencabut izin pesantren tempat tersangka pemerkosaan santriwati di Bandung (pixabay)
Kemenag mencabut izin pesantren tempat tersangka pemerkosaan santriwati di Bandung (pixabay)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kementerian Agama (Kemenag) mencabut izin sekolah tempat opnum guru HW tersangka pemerkosaan terhadap belasan santriwati di Kota Bandung. Kemenag juga memastikan keberlansungan pendidikan seluruh siswa di Pendidikan Kesetaraan Pondok Pesantren Salafiyah (PKPPS) tersebut.

Kepala Kemenag Kota Bandung Tedi Ahmad Junaedi mengatakan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kemenag Jawa Barat sejak kasus ini terkuak Juni lalu, untuk meninjau ulang operasional lembaga pendidikan tempat HW, pelaku asusila mengajar.

"Kalau lembaganya kita telah memastikan proses pencabutan izinnya. Karena yang berwenang mencabut izin yaitu Kemenag RI," ucap Tedi, Kamis, 9 Desember 2021.

Baca Juga: Pemkot Bandung akan Berikan 200 Sertifikat Halal dan Uji Mutu Secara Gratis, Ikuti Cara Daftarnya

Tedi menuturkan, PKPPS yang diselenggarakan oleh yayasan pondok pesantren tersebut hanya mendapatkan izin untuk di Antapani.

Sedangkan pesantren yang berlokasi di Cibiru berdiri tanpa izin Kemenag.

"Ketika lokasinya berbeda harus ada izin terpisah, yaitu izin cabang. Pelaku belum urus izin cabang di Cibiru, yang katanya boarding school. Sebelumnya kita tidak mengetahui pendirian cabang di Cibiru," ujarnya.

Baca Juga: Bupati Bandung Anggarkan Dana BLT dari APBD, Percepat Tanggulangi Kemiskinan Ekstrim di Kabupaten Bandung

Selain mengajukan pembekuan lembaga, Tedi juga langsung bergerak cepat menangani keberlanjutan proses pendidikan para santriwati yang terdata di lembaga tersebut. Tujuannya agar bisa segera memindahkan ke lembaga pendidikan lain.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandung Deklarasikan Diri Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:20 WIB
X