• Senin, 4 Juli 2022

Bupati Bandung Minta Tertibkan Aset Desa dengan Sistem Sipades untuk Mempercepat Infomasi

- Jumat, 17 Desember 2021 | 22:29 WIB
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat kegiatan Sosialisasi Sipades di Grand Sunshine, Soreang, Jumat, 17 Desember 2021. (Humas Pemkab Bandung)
Bupati Bandung Dadang Supriatna saat kegiatan Sosialisasi Sipades di Grand Sunshine, Soreang, Jumat, 17 Desember 2021. (Humas Pemkab Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Bupati Bandung Dadang Supriatna meminta seluruh aparatur desa untuk segera melakukan penertiban aset dengan Sistem Pengelolaan Aset Desa (Sipades). Sistem ini untuk mempercepat pemberian informasi dan mengurangi risiko kesalahan dalam penertiban aset.

“Saya pernah menjadi kepala desa, saat itu masih ada beberapa aset yang belum ditertibkan. Melalui aplikasi ini, akan lebih mempercepat pemberian informasi dari pemerintah desa (pemdes) ke pemerintah daerah (pemda),” ucap bupati di sela kegiatan Sosialisasi Sipades di Grand Sunshine, Soreang, Jumat, 17 Desember 2021.

Bupati juga mengimbau agar para kepala desa (kades) tidak menjual aset desa. Semuanya harus sesuai dengan mekanisme yang berlaku hingga ke tingkat provinsi.

Baca Juga: Pemkot Bandung Mulai Memindahkan Kabel yang Berseliweran di Atas Jalan ke Fasilitas Ducting

“Saya tidak mau mendengar bahwa ada kepala desa yang menjual aset desa. Kalaupun mau menjual, harus melalui mekanisme sesuai dengan peraturan perundang undangan, yakni melalui musyawarah tingkat desa yang akan disampaikan ke pemda, untuk diberikan rekomendasi ke tingkat provinsi,” jelas Dadang.

Bupati yang akrab disapa Kang DS itu juga mengajak seluruh unsur pentahelix untuk ikut mengawasi penertiban aset desa.

“Unsur pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat atau komunitas dan media harus bersinergi. Hal ini sudah dilakukan di Kecamatan Cicalengka, Rancaekek, Solokanjeruk, Bojongsoang dan Majalaya,” ajak bupati.

Baca Juga: Alun-alun Kota Bogor akan Terintegrasi dengan Stasiun Kereta Api yang Berusia 140 Tahun

Tak hanya dalam pengawasan aset desa, Kang DS berpendapat, kolaborasi pentahelix juga dibutuhkan dalam pembangunan daerah lainnya, seperti pada aspek lingkungan dan sosial.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Berhaji untuk Eril, Ridwan Kamil Berpamitan

Minggu, 3 Juli 2022 | 22:14 WIB

Masa Tunggu Haji Jawa Barat Capai 32 Tahun

Senin, 27 Juni 2022 | 20:38 WIB
X