• Sabtu, 21 Mei 2022

Kafilah Kabupaten Bandung Raih Juara Umum Kedua MQK Tingkat Jabar

- Senin, 20 Desember 2021 | 17:37 WIB
Penyerahan trophy kepada pemenang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2021 di Lapang Tenis Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang. (Humas Pemkab Bandung)
Penyerahan trophy kepada pemenang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2021 di Lapang Tenis Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang. (Humas Pemkab Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kafilah Kabupaten Bandung berhasil meraih juara umum kedua setelah harus tunduk pada kafilah Kota Bandung yang meraih juara umum pertama dengan selisih tiga poin.

Pada ajang Musabaqah Qira’atil Kutub (MQK) Tingkat Provinsi Jawa Barat (Jabar) Tahun 2021 tersebut, kafilah Kabupaten Bandung mengumpulkan nilai dengan total 26 poin.

Pada ajang itu, kabupaten Bandung mengirimkan 10 santriwan, 10 santriwati dan tiga official, pada acara yang digelar pada 17 – 19 Desember di Lapang Tenis Sutan Raja Hotel and Convention Centre, Soreang.

Baca Juga: PT Garudafood Raih Penghargaan Indonesia Halal Industry Award 2021 Kategori Best Supply Chain

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengapresiasi torehan prestasi yang diraih kafilah Kabupaten Bandung. Dirinya menuturkan, kegiatan tersebut dapat menjadi momen melahirkan kader-kader ulama muda di masa yang akan datang.

“Ini merupakan prestasi yang sangat luar biasa. Selaku Bupati Bandung, saya sangat mengapresiasi perjuangan para kafilah. Selain sebagai sarana mengembangkan potensi santri, MQK juga dapat menjadi sarana meningkatkan kecintaan para santri pada kitab kuning,” ucap Bupati Bandung, Senin 20 Desember 2021.

orang nomor satu di Kabupaten Bandung itu menilai, MQK dapat menjadi media syiar untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar memiliki pemahaman yang benar tentang ajaran Islam, sehingga tidak terjebak ke dalam penafsiran dan kegiatan agama yang menyimpang.

Baca Juga: Banjir Malaysia, 30 Ribu Orang Mengungsi

“Kami merasa prihatin dengan berkembangnya pemahaman dan ajaran agama Islam yang menyimpang, dengan alasan HAM atau demokrasi. Ada juga kemunculan sejumlah kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam, tetapi tidak mencerminkan Islam yang rahmatan lil a’lamiin,” terang bupati yang akrab disapa Kang DS itu.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Bandung Deklarasikan Diri Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:20 WIB
X