• Sabtu, 29 Januari 2022

Menjelang Libur Nataru, Jabar akan Tutup Seluruh Alun-alun dan Perketat Pusat Wisata

- Kamis, 23 Desember 2021 | 20:05 WIB
Gubernur Ridwan Kamil saat Apel Gelar Pasukan TNI/Polri dalam Rangka Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 23 Deesmber 2021. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)
Gubernur Ridwan Kamil saat Apel Gelar Pasukan TNI/Polri dalam Rangka Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 23 Deesmber 2021. (Biro Adpim Jabar/Rizal FS)

BANDUNGNEWSPHOTO – Pemda Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengetatan aktivitas masyarakat saat libur natal dan tahun baru (nataru) dengan menutup semua alun-alun di Jawa Barat (Jabar) dan pengetatan di pusat wisata.

Penutupan tersebut dilakukan agar tidak ada kerumunan saat libur nataru guna mencegah penularan virus Covid-19 varian Omicron.

Meskipun Pemerintah Pusat memutuskan tak ada penyekatan jalan, namun Jabar akan lebih ketat salah satunya meniadakan kegiatan perayaan tahun baru.

Baca Juga: Menjelang Libur Nataru, Pemkab Bandung Siapkan 1.207 Personel Operasi Lilin Lodaya Tahun 2021

Hal ini sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Covid-19 pada Natal dan Tahun Baru yang salah satunya mengatur tentang Penutupan Alun-alun di Seluruh Wilayah Tanah Air Jelang dan Pasca Pergantian Tahun.

"Kami akan mengetatkan dengan tidak memperbolehkan perayaan tahun baru di ruang publik. Maka alun-alun dan ruang publik diimbau untuk ditutup selama menjelang tahun baru sesuai arahan dari Kapolri agar mengurangi potensi kehadiran kerumunan," ujar Ridwan Kamil dalam Apel Gelar Pasukan TNI/Polri dalam Rangka Persiapan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis, 23 Desember 2021.

Ridwan Kamil menambahkan, Pemda Provinsi Jawa Barat akan melakukan pengetatan di tempat-tempat wisata. Misalnya dengan melakukan pengawasan yang ketat dalam penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas pengunjung.
Baca Juga: Pasokan Bahan Pangan Jelang Nataru di Kota Bandung Aman, Namun Harga Cabe dan Telor Meroket

"Kemudian juga akan kita ketatkan di pusat wisata untuk memastikan aplikasi PeduliLindungi benar-benar digunakan, sebagai dasar untuk menyeleksi orang-orang yang punya potensi Covid-19 bisa diskrining melalui aplikasi tersebut juga karena sudah melakukan vaksin kurang lebih dua kali," jelas pria yang kerap disapa Kang Emil.

"Pasukan-pasukan sudah mengantisipasi (pergerakan orang saat nataru) dengan pengamanan di berbagai titik strategis kemudian juga dikombinasikan dengan random antigen untuk memastikan yang berpergian itu aman kemudian ada vaksinasi yang sifatnya situasional kita lakukan," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X