Wakil Bupati Garut Usulkan Kode Etik Tukang Cukur

- Sabtu, 1 Januari 2022 | 17:25 WIB
GARUT - Presiden RI, Joko Widodo dicukur oleh tukang cukur langgannya Herman saat mengikuti acara cukur rambut massal di kawasan Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Sabtu (19/1/2019). Selain Presiden, sejumlah menteri kabinet kerja, juga mengikuti kegiatan cukur rambut massal ini. Sejumlah agenda dilakoni Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Garut, salah satunya meresmikan Program Pembangunan Rumah Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecama
GARUT - Presiden RI, Joko Widodo dicukur oleh tukang cukur langgannya Herman saat mengikuti acara cukur rambut massal di kawasan Situ Bagendit, Kabupaten Garut, Sabtu (19/1/2019). Selain Presiden, sejumlah menteri kabinet kerja, juga mengikuti kegiatan cukur rambut massal ini. Sejumlah agenda dilakoni Presiden Jokowi dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Garut, salah satunya meresmikan Program Pembangunan Rumah Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG) di Kampung Sampora, Desa Sukamukti, Kecama

BANDUNGNEWSPHOTO - Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengatakan, sebagai sebuah profesi, sudah saatnya pencukur Garut membuat kode etik. Apalagi, organisasi profesinya sudah ada.

Hal itu disampaikan Helmi saat menghadiri acara Pelantikan dan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Ketua Umum Persaudaraan Pangkas Rambut Garut (PPRG) di Aula Desa Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jumat, 31 Desember 2021.

"Harus bangga karena ini adalah profesi. Tinggal nanti dibikin aja kayak kode etiknya. Karena organisasi profesi itu harus ada kode etik," kata Helmi seperti dikutip BandungNewsPhoto dari laman resmi Pemkab Garut, Sabtu, 1 Januari 2022.

Baca Juga: Link Live Streaming Thailand vs Indonesia, Shin Tae-yong: Ayo Lakukan yang Terbaik Sampai Akhir!

"Kode etik itu kalau pesenan misalkan gundul, jangan dicukur panjang, atau kalau misalkan jangan pendek-pendek dikasih gundul kan gak boleh, harus ada kode etiknya. Jadi ada ini (kode etiknya), dibikin aja sehingga organisasi ini bisa profesional," tambahnya

Menurutnya PPRG merupakan salah satu organisasi profesi karena di dalamnya terkumpul anggota-anggota yang terlatih.

"Cukur itu kayak yang mudah, 5 menit selesai ya. Tapi kalau belum diajarkan, belum dilatih sulit, kenapa? Saya waktu kecil pernah diajarkan nyukur tapi teu bisa-bisa," ujar Wabup Garut.

Baca Juga: Membanggakan, 8 Pemain Sepak Bola Wanita Jawa Barat Dipanggil Pemusatan Latihan Tim Nasional

Wabup Garut berharap PPRG ini bukan hanya menciptakan para pencukur, namun bisa menciptakan pengusaha di bidang cukur rambut.

"Saya yakin di sini yang punya lapak cukur banyak ya, tapi bukan hanya sampai di sana juga ya, juga harus ada yang punya brand (merk) atau punya physical appearance (penampilan fisik) yang meyakinkan," harap dr. Helmi.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: garutkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Yuk Rasakan Sensasi Jembatan Gantung Rengganis!

Selasa, 17 Mei 2022 | 10:53 WIB
X