• Jumat, 28 Januari 2022

Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan Dituntut Hukuman Mati, Tak Ada Faktor yang Meringankan Terdakwa

- Selasa, 11 Januari 2022 | 22:33 WIB
Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa 11 Januari 2022. (DeskJabar/ Yedi Supriyadi)
Pemerkosa 13 Santriwati Herry Wirawan usai menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung, Selasa 11 Januari 2022. (DeskJabar/ Yedi Supriyadi)

BANDUNGNEWSPHOTO - Terdakwa kasus pemerkosaan 13 santriwati di Kota Bandung, Herry Wirawan dituntut hukuman mati. Jaksa Penuntut Umum (JPU) juga menuntut Herry Wirawan dengan pidana tambahan yakni hukuman kebiri kimia.

Sidang lanjutan kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh Herry Wirawan ini dilakukan tertutup di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung.

Pakar hukum pidana Dr. Heri Gunawan mengatakan tak ada satu pun faktor yang meringankan terdakwa pemerkosa santriwati ini. Maka, ia diberi hukuman maksimal, hukuman mati.

Baca Juga: Pasca Wali Kota Bekasi Tertangkap KPK, Ridwan Kamil Berikan Arahan ke ASN Kota Bekasi

Predator seks pemerkosa 13 santriwati tersebut dinilai jaksa pantas dan setimpal jika dikenakan hukuman mati.

“Kalau orang dituntut hukuman mati berarti tak ada faktor yang meringankan,” ungkap Heri. Heri sebelumnya sudah memperkirakan bahwa jaksa akan menuntut hukuman mati pada predator seks tersebut.

Karena unsur-unsur yang memberatkan terdakwa pemerkosa 13 santriwati sudah terpenuhi, sehingga bisa dituntut hukuman mati. Unsur-unsur itu adalah korban banyak, lebih dari seorang, kedua terdakwa adalah seorang pendidik, ketiga perbuatan dilakukan berulang-ulang.

Baca Juga: 14 Warga Jabar Terpapar Omicron, 10 di Wisma Atlet dan 4 di Kabupaten Bandung

Namun, Heri menilai kalau memang terdakwa Herry Wirawan dituntut hukuman mati, sebenarnya tak perlu ada hukuman kebiri.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

NFT, Cara Baru Sejahterakan Seniman di Bandung

Rabu, 26 Januari 2022 | 20:29 WIB

Ridwan Kamil Tanggapi Pernyataan Edy Mulyadi

Selasa, 25 Januari 2022 | 23:28 WIB

33 Kasus Omicron di Jabar, 31 Sembuh

Selasa, 25 Januari 2022 | 21:26 WIB

Bandara Husein Sastranegara Siapkan Ruang Bagi UMKM

Senin, 24 Januari 2022 | 19:48 WIB

Pemda Provinsi Jabar Perbaiki 2.400 Rutilahu di Garut

Minggu, 23 Januari 2022 | 21:18 WIB
X