• Kamis, 26 Mei 2022

Ridwan Kamil Ziarah ke Makam Syekh Syaikhona Kholil Jatim

- Kamis, 20 Januari 2022 | 19:20 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berziarah ke makam Syekh Syaikhona Kholil di area masjid Pesarean Syaikhona Kholil, Bangkalan Madura, Jawa Timur, Kamis, 20 Januari 2022. (Biro Adpim Jabar)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berziarah ke makam Syekh Syaikhona Kholil di area masjid Pesarean Syaikhona Kholil, Bangkalan Madura, Jawa Timur, Kamis, 20 Januari 2022. (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO – Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berziarah ke makam Syekh Syaikhona Kholil di area masjid Pesarean Syaikhona Kholil, Bangkalan Madura, Jawa Timur.

Ridwan Kamil berziarah mengawali kunjungan kerjanya ke Provinsi Jawa Timur untuk penandatanganan kesepakatan bersama dengan Pemda Provinsi Jatim terkait pengembangan potensi daerah dan peningkatan pelayanan publik.

"Ini silaturahim dan ziarah saja karena kebetulan ada kerja sama dengan Pemda Prov Jatim," ujar Ridwan Kamil, Kamis, 20 Januari 2022.

Baca Juga: Jepang Deklarasikan Darurat Omicron untuk Tokyo dan 12 Daerah Lainnya

Ridwan Kamil didampingi Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron saat ziarah ke makam ulama tersohor dan dikenal sebagai guru para pahlawan nasional itu.

Menurut Kang Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, kurang afdol bila ke Jatim tak berziarah ke makam salah satu pejuang kemerdekaan dan tokoh cikal bakal lahirnya Nahdatul Ulama (NU) itu. Terlebih kakek Kang Emil juga merupakan pejuang dari NU.

"Tidak afdol kalau tak berziarah ke sini, apalagi kakek saya kan dari NU juga. Semua orang tahu NU itu titah dari Syaikhona Kholil ke KH Hasyim Ashari untuk mendirikan NU, jadi saya menyusuri rute kakek saya juga dalam dakwah islamnya, kira-kira begitu," tuturnya.

Baca Juga: Yana Menyayangkan Ada Wakil Rakyat Permasalahkan Bahasa Sunda

Bila merunut sejarah ada keterkaitan antara kiprah Syekh Syaikhona Kholil dengan masyarakat Jabar. Selain berguru kepada Syekh Nawawi al-Bantani yang berasal dari Jabar (sekarang Banten) pada abad ke-19, ajaran ‘ngetan’ dan ‘masantren’ yang populer di masyarakat Sunda juga berkat dari kiprah Syekh Syaikhona Kholil.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Hewan Ternak di Bandung Positif PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:26 WIB

Bandung Deklarasikan Diri Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:20 WIB
X