• Kamis, 26 Mei 2022

Jarang Terjadi, Ridwan Kamil dan Khofifah Indar Parawansa Bersepakat

- Sabtu, 22 Januari 2022 | 09:42 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani kerja sama di di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, 20 Januari 2022 (jabarprov.go.id)
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menandatangani kerja sama di di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, 20 Januari 2022 (jabarprov.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menandatangani kesepakatan peningkatan kerja sama bidang swasembada pangan dan hilirisasi industri baterai mobil listrik.

Penandatanganan kesepakatan dilakukan di Gedung Grahadi Surabaya, Kamis, 20 Januari 2022.

Emil -- sapaan akrab Ridwan Kamil -- menyebutkan, kerja sama G to G (government to government) antar-pemerintah provinsi selama ini jarang terjadi di Indonesia. Biasanya kerja sama diserahkan kepada pihak swasta.

Baca Juga: Timnas Wanita Indonesia Dibantai Australia 18-0, Netizen Menyindir: Enggak Perlu Proses, Yang Penting Hasil!

"Selama ini dalam pembangunan Indonesia seringkali lebih ke B to B, sekarang kami tingkatkan di level G to G. Karena itu hari ini kita menandatangani dengan berbagai program kongkrit," tuturnya seperti dikutip BandungNewsPhoto.com dari laman jabarprov.go.id.

Lingkup kerja sama dalam swasembada pangan yaitu inseminasi sapi. Diketahui Jatim tepatnya di Singosari memiliki pusat inseminasi buatan sapi. Inseminasi buatan atau kawin suntik pada sapi merupakan teknik pembuahan dengan cara memasukkan sperma yang telah diproses ke dalam saluran alat kelamin betina.

Emil mengatakan, Jabar tak sungkan untuk belajar ke Jatim demi terwujudnya swasembada pangan khususnya sapi. Hal ini juga untuk menekan ketergantungan impor sapi.

Baca Juga: Persib Kembali Berlatih Setelah Liburan Tiga Hari

"Jabar masih impor sapi sehingga kami ingin belajar dari Jatim yang kebetulan balai besar inseminasi buatannya ada di Singosari yang bisa jadi tempat kami belajar," katanya.

Menurut Emil, swasembada pangan menjadi sebuah catatan penting selama COVID-19 yang harus dijaga kedaulatannya. Apalagi penduduk Jabar kini mencapai hampir 50 juta jiwa.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

5 Hewan Ternak di Bandung Positif PMK

Selasa, 24 Mei 2022 | 21:26 WIB

Bandung Deklarasikan Diri Sebagai Kota Angklung

Sabtu, 21 Mei 2022 | 20:20 WIB
X