• Jumat, 19 Agustus 2022

Omicron Meningkat, Jabar akan Kembali Gelar Razia Kendaraan Hingga Cek Random Sampling di Hotel dan Restoran

- Senin, 7 Februari 2022 | 21:54 WIB
Petugas saat razia kendaraan di Exit Tol Pasteur Kota Bandung, Minggu, 6 Februari 2022. (Tangkapan Layar Instagram @pdkt.dishubbdg)
Petugas saat razia kendaraan di Exit Tol Pasteur Kota Bandung, Minggu, 6 Februari 2022. (Tangkapan Layar Instagram @pdkt.dishubbdg)

"Dalam rapat Bapak Presiden memberikan arahan agar dilakukan peningkatan vaksinasi, khususnya untuk lansia dan dosis kedua. Karena Omicron ini penyebarannya sangat cepat," ujar Kang Emil.

Bagi masyarakat yang positif Covid-19 dan tidak memiliki gejala atau gejala ringan, Kang Emil mengimbau supaya melakukan isolasi mandiri (isoman).

Baca Juga: Kasus Covid-19 Bertambah 36.057 Kasus, Menjadi 4.516.480 Orang, DKI Jakarta, Jabar, dan Banten Terbesar

Pemerintah akan tetap melayani masyarakat yang isoman dengan memberikan bantuan tanya jawab (telemedicine) dan obat gratis.

"Kepada masyarakat di Jabar kalau tak ada gejala atau gejala ringan, sebaiknya isoman dulu, jangan ke rumah sakit. Dalam tiga sampai empat hari yang tidak bergejala atau gejala ringan relatif bisa sembuh dengan obat-obatan gratis dari negara, yang bisa dibantu melalui telemedicine kesehatan," katanya.

Kang Emil pun memberikan pesan khusus untuk aglomerasi Bogor, Depok Bekasi (Bodebek) dan Bandung Raya sebagai kawasan dengan jumlah peningkatan kasus yang tinggi.

Baca Juga: Ini Alasan Denda Rp500 Ribu terhadap Mall Festival Citylink, yang Melanggar Prokes Kerumunan Acara Barongsai

"Di Jawa Barat 80 persen kasusnya itu hanya ada di enam sampai tujuh daerah, berarti 20 daerah yang lain relatif rendah. Tapi ini tak menjadikan 20 daerah yang rendah kasusnya lalai atau abai terhadap potensi naiknya Omicron," ujarnya.

Untuk kawasan Bodebek, Kang Emil mengimbau kepada rumah-rumah sakit mulai menyiapkan fasilitas guna mengantisipasi lonjakan pasien. Misalnya, bagi rumah sakit yang tingkat keterisian tempat tidurnya sudah melebihi 40 persen, maka perlu penambahan jumlah tempat tidur.

"Keterisian rumah sakit kalau menembus di atas 40 persen, artinya sudah waktunya seperti Depok untuk menambah jumlah tempat tidur di rumah sakit atau di ruang-ruang isolasi non rumah sakit," jelasnya.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X