• Jumat, 19 Agustus 2022

4 Hal yang Harus Dilakukan Warga Kota Bnadung untuk Mengantisipasi Penyakit Hepatitis Akut Misterius

- Sabtu, 7 Mei 2022 | 17:11 WIB
Ilustrasi pemeriksaan darah (pixabay.com)
Ilustrasi pemeriksaan darah (pixabay.com)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pemerintah Kota Bandung langsung bereaksi setelah Badan kesehatan dunia (WHO) menerima laporan terjadinya penyakit hepatitis akut misterius di Inggris Raya, 5 April 2022 lalu.

Langkah pertama yang dilakukan Pemkot Bandung adalah mengajak masyarakat untuk menjaga pola hidup.

Melalui surat edaran yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Kota Bandung yang dikutip di laman resmi Pemkot Bandung, ada empat hal yang perlu dilakukan masyarakat sebagai upaya antisipasi saat menghadapi situasi yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Ini Dia Konsorsium Pemilik Baru Chelsea Pimpinan Todd Boehly Pengganti Roman Abramovich

Pertama, dengan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai tindakan pencegahan, seperti mencuci tangan, dengan sabun, memastikan makanan dalam keadaan matang dan bersih, tidak bergantian alat makan, tidak melakukan kontak dengan orang sakit, serta tetap melaksanakan protokol kesehatan dalam menjalnkan kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya, jika memiliki gejala hepatitis (sakit kuning, sakit perut, muntah-muntah, diare mendadak, buang air kecil dengan warna seperti teh pekat, buang air besar berwarna pucat, kejang, dan penurunan kesadaran), segerakan untuk periksa ke dokter.

SElain itu, masyarakat juga perlu memantau perkembangan informasi mengenai hepatitis akut yang tidak diketahui etiologinya di kanal resmi pemerintah (Kementerian Kesehatan RI, Dinas Kesehatan), serta jangan ragu melapor ke Puskesmas apabila menemui orang yang mengalami gejala penyakit hepatitis.

Baca Juga: Bagaimana Kalau Masa Berlaku SIM Habis Saat Libur Lebaran 2022? Simak Baik-baik Keringanan dari Polri

Sebagai informasi, pada 5 April 2022 telah dilaporkan 10 kasus hepatitis yang tidak diketahui etiologi atau penyebabnya (acute hepatitis of unknown aetiology). Kasus ini menyerang anak-anak usia 11 bulan hingga 5 tahun sepanjang periode Januari hingga Maret 2022.

Per 21 April 2022, tercatat 169 kasus yang dilaporkan di 12 negara. Kisaran kasus terjadi pada anak usia 1 hingga 16 tahun.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: Bandung.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X