• Sabtu, 2 Juli 2022

Pembangunan Pertanian Melalui Riset Aksi Holosentrik Dorong Kolaborasi Pemerintah, Peneliti dan Petani

- Minggu, 22 Mei 2022 | 14:15 WIB
Profesor Hermanu Triwidodo (ipb.ac.id)
Profesor Hermanu Triwidodo (ipb.ac.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pembangunan pertanian melalui riset aksi holosentrik dinilai sangat mendorong lahirnya kolaborasi antara pemerintah, peneliti, dan petani.

Hal itu disampaikan Profesor Hermanu Triwidodo dari IPB University dalam orasi ilmiah berjudul "Riset Aksi Holosentrik untuk Mengatasi Ledakan Hama" pada penetapan guru besar IPB University di Graha Widya Wisuda, kampus IPB Dramaga Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 21 Mei 2022.

Profesor Hermanu Triwidodo mengatakan, riset aksi holosentrik yang mendorong kerja sama antara pemerintah, peneliti, dan petani itu dalam kerangka kerja kolaboratif yang berorientasi pada pemecahan berbagai masalah pertanian di lapangan.

Baca Juga: Cek Keandalan Kamera Sebelum TKD dan Core Values BUMN, Bila Terjadi Sebaiknya Fokus Kerjakan Soal

Ia berharap agar IPB bisa menjadi institusi pendidikan yang mendorong riset aksi holosentrik ini sebagai solusi dalam memecahkan kebuntuan sektoralisme pada program pembangunan pertanian di Indonesia, yang selama ini dinilai masih menggunakan pendekatan teknosentrik.

Riset aksi holosentrik ini, kata dia, bisa menjadi inovasi pendekatan dalam mengatasi kasus-kasus ledakan hama yang terjadi di berbagai tempat di Indonesia. "Riset aksi holosentrik bisa menjadi prototipe riset untuk mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan di Indonesia,” kata Hermanu.

Sebagai peneliti yang bergelut secara langsung di lapangan bersama petani selama lebih dari tiga dekade, Hermanu melihat pendekatan teknosentrik masih menjadi pendekatan utama dalam melihat permasalahan pertanian.

Baca Juga: Doa Peserta Rekrutmen Bersama BUMN Setelah Melewati Tes Kemampuan Dasar dan Core Values

Dia menjelaskan teknosentrik merupakan pendekatan yang digunakan dan menjadi dasar dari revolusi hijau. "Implementasi pendekatan ini dilakukan dengan menerapkan paket teknologi yang dikembangkan oleh pusat kepakaran dengan cara pikir linier," katanya.

Doktor entomologi lulusan University of Wisconsin, Amerika Serikat ini, menyebutkan, pada pendekatan ini petani hanya ditempatkan sebagai pengguna dari teknologi yang diproduksi oleh pusat kepakaran (center of excellence).

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masa Tunggu Haji Jawa Barat Capai 32 Tahun

Senin, 27 Juni 2022 | 20:38 WIB
X