• Rabu, 10 Agustus 2022

Heboh Air Sungai Cimeta Memerah, Tim Gabungan Temukan Indikasi Tindakan Pidana

- Selasa, 31 Mei 2022 | 22:07 WIB
Sempat tercemar zat pewarna, Sungai  Cimeta sudah kembali normal pada Selasa, 31 Mei 2022  (jabarprov.go.id)
Sempat tercemar zat pewarna, Sungai Cimeta sudah kembali normal pada Selasa, 31 Mei 2022 (jabarprov.go.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - Polres Cimahi dan Penyidik Pegawai Negeri Sipil Lingkungan Hidup telah memeriksa beberapa orang terkait dugaan pencemaran yang membuat Sungai Cimeta memerah pada Senin, 30 Mei 2022.

Bahkan, berdasarkan hasil pemeriksaan aparat kepolisian, kasus tersebut sudah mengarah pada dugaan tindak pidana.

Hal itu juga merupakan tindak lanjut yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat bersama Satuan Tugas Citarum Harum, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Baca Juga: Hujan di Bogor Bikin Tinggi Muka Air Bendung Katulampa Naik, Jakarta Siaga Banjir

Keempat pihak tersebut berkolaborasi mengidentifikasi asal muasal zat warna yang sempat menggegerkan masyarakat di sepanjang sub daerah aliran Sungai Cimeta, di Kecamatan Padalarang KBB.

Kondisi Sungai Cimeta setelah memerah kemarin, saat itu sudah kembali normal. Berdasarkan keterangan warga dan aparat setempat dalam kurun waktu dua jam, sungai kembali berwarna seperti semula.

"Menindaklanjuti hasil temuan lapangan hari sebelumnya, kami melakukan tindakan pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) dan susur sungai lanjutan," ujar Kepala Bidang Penaatan Hukum Lingkungan DLH Jabar, Arif Budhiyanto mewakili Kepala DLH Jabar Prima Mayaningtias di Desa Tagog Apu, Kecamatan Padalarang, Selasa, 31 Mei 2022.

Baca Juga: Traveler Genshin Impact Kesal dengan Ukuran Data Pra-Instalasi yang Besar

Arif menuturkan, seperti pada video yang beredar dari masyarakat dan juga di sejumlah akun media sosial, sumber pencemaran berasal dari zat pewarna yang dibungkus kantong plastik dengan kapasitas kurang lebih 30 kg dan ditemukan warga di aliran Sungai Cimeta.

Setelah ditelusuri pada pulbaket tersebut diketahui seorang warga setempat yang melakukan pembuangan langsung ke sungai atas perintah seorang warga lainnya.

"Kami mengumpulkan keterangan dari dua orang warga setempat tersebut. Pelaku pembuang mengakui membuang sumber pencemar dari bahu jalan ke sungai atas perintah seorang warga lainnya," ujarnya.

Baca Juga: Sempat Dilarikan ke Rumah Sakit di Batam, Tim Medis Ungkap Kondisi Terkini Pelatih Persib

Latar belakang pembuangan sumber pencemaran adalah insiatif warga yang menyuruh pelaku karena banyaknya keluhan warga sekitar akibat material pencemar. Namun mereka berdua tidak mengetahui isi kantong plastik tersebut.

"Mereka juga tidak mengetahui asal usul kantong yang berisi material pencemaran," tuturnya.

Menurut Arif, selain meminta keterangan dua warga tersebut pihaknya mengambil barang bukti kantong berisi material pencemar diserahkan ke DLH Jabar untuk diuji lab. Selain itu, hasil susur sungai tidak ditemukan dampak sisa pencemaran dan keluhan dari masyarakat.

Baca Juga: Mengharukan, Wali Kota Bern dan Pria Penolong Adik Eril Sampaikan Simpati Langsung kepada Kang Emil

"Selanjutnya akan dilakukan proses hukum lebih lanjut terkait pemenuhan unsur-unsur hukum pidana dan penetapan tersangka serta pengembangan kasus, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap dua warga setempat yang dilakukan secara kolaboratif antara DLH Jabar dan DLH KBB," ujarnya.

Arif menyatakan, hasil pemeriksaan lanjutan akan menjadi dasar penetapan tersangka setelah melalui proses Gelar Perkara sesuai mekanisme Hukum Acara Pidana.

"Upaya pengusutan pencemaran akan terus dilakukan agar tidak ada kasus serupa yang sengaja mencemari atau mengotori sungai ke depannya," ujarnya.***

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: jabarprov.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X