• Sabtu, 2 Juli 2022

Kasus Covid-19 di Jabar Capai 1.820 Orang, Diprediksi Terjadi Sampai Juli 2022, Setelah itu akan Melandai

- Rabu, 22 Juni 2022 | 20:48 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Pixabay/geralt)
Ilustrasi Covid-19 varian omicron. (Pixabay/geralt)

BANDUNGNEWSPHOTO - Kasus Covid-19 di Jawa Barat Per Juni 21 Juni 2022 mencapai 1.820 orang. Namun demikian, peningkatan ini diprediksi terjadi hanya sampai Juli 2022, setelah itu menurut kajian para epidemiolog, kurva pandemi diprediksi akan melandai.

"Prediksi puncaknya di bulan Juli menurut hitungan ilmu, setelah Juli nanti turun lagi," ujar Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil usai rapat komite penanganan Covid-19 Jabar di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu, 22 Juni 2022.

Menurut Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, peningkatan kasus baru Covid-19 di tengah pelonggaran aktivitas masyarakat semakin menegaskan bahwa virus ini tak akan hilang sebagaimana strain utamanya sudah ada sejak ratusan tahun. Varian baru akan datang dan pergi dengan pola serupa.

Baca Juga: Ridwan Kamil Ingatkan Agar Memanfaatkan Teknologi Untuk Deteksi Bahaya Awal Pengancam Kondusivitas

"Hal begini akan mengiringi, makanya dari awal kita sampaikan Covid-19 tidak akan hilang sama sekali akan datang dan pergi dengan pola sama," ujarnya.

"Maka kuncinya adalah protokol kesehatan dan vaksinasi," tambah Kang Emil.

Saat ini, kasus COVID-19 khususnya di Pulau Jawa meningkat seiring kemunculan subvarian omicron BA.4 dan BA.5 Di Jabar per 21 Juni 2022 total kasus aktif COVID-19 mencapai 1.820 orang atau meningkat 199 orang.

Baca Juga: 108 Duta Pariwisata Jabar Dapat Pelatihan dari Dale Carnegie, Sebuah Lembaga Pelatihan Internasional Terkemuka

Kang Emil mengungkapkan, penyebaran kasus Covid-19 masih didominasi di wilayah Bodebek (Bogor, Depok, Bekasi), dan Kota Bandung yakni sebanyak 88 persen dari total seluruh wilayah.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Masa Tunggu Haji Jawa Barat Capai 32 Tahun

Senin, 27 Juni 2022 | 20:38 WIB
X