• Selasa, 16 Agustus 2022

Polresta Bandung Ungkap Kasus Pabrik Timbun Limbah B3 yang Bisa Sebabkan Kanker di Rancaekek

- Jumat, 5 Agustus 2022 | 20:50 WIB
Sebuah perusahaan berinisial CV ML di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga melakukan penimbunan limbah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) secara ilegal (Instagram/Polresta Bandung)
Sebuah perusahaan berinisial CV ML di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga melakukan penimbunan limbah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) secara ilegal (Instagram/Polresta Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sebuah perusahaan berinisial CV ML di kawasan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, diduga melakukan penimbunan limbah mengandung bahan beracun dan berbahaya (B3) secara ilegal.

Dugaan tersebut berhasil diungkap Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Bandung. Bahkan, pemilik perusahaan tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolresta Bandung Kombes Pol Kusworo Wibowo dmengungkapkan, penimbunan limbah B3 itu berpotensi membahayakan kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Roy Suryo Diperiksa Kesehatan Setelah Mengaku Sakit pada Pemeriksaan Lanjutan Kasus Meme Stupa Candi Borobudur

"Kami sudah mengambil sampel dan dikarenakan limbah ini menghasilkan karsinogen, maka dalam jangka panjang bila terus terakumulasi, ini bisa mengakibatkan kanker dan juga mengakibatkan gangguan pertumbuhan janin bagi ibu yang hamil," kata Kusworo di lokasi CV ML seperti dikutip dari Antaranews.com.

Kusworo menjelaskan, perusahaan itu melakukan proses pudar atau washing terhadap kain jin. Perusahaan tersebut bekerja sama dengan produsen kain jin untuk melakukan kegiatan tersebut.

Namun, kata dia, seharusnya limbah dari perusahaan itu dilakukan pengeringan melalui filter press untuk kemudian diangkut oleh pihak ketiga yang mempunyai izin untuk melakukan penguraian limbah.

Baca Juga: Manajer Penyanyi Artis Ternama Ditangkap Satnarkoba Polres Metro Jakarta Barat, Siapa Ya?

"Tapi, faktanya dengan IPAL (instalasi pengolahan air limbah) yang dimiliki, limbah perusahaan ini hanya sedikit yang diurai, sebagian besarnya dikeringkan menggunakan matahari, kemudian dibuang ke tanah perkarangan," kata Kusworo.

Menurut Kusworo, perusahaan itu telah ada sejak tahun 2009. Namun, kata dia, kegiatan pembuangan limbah secara ilegal ke tanah pekarangan itu sudah dilakukan sejak 2020.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: Antaranews.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X