• Minggu, 2 Oktober 2022

Kecelakaan Maut Xpander vs KA Argo Cheribon, PT KAI Sampaikan Belasungkawa dan Penyesalan

- Minggu, 7 Agustus 2022 | 14:24 WIB
VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus (kai.id)
VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus (kai.id)

BANDUNGNEWSPHOTO - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) menyampaikan pernyataan resmi terkait kecelakaan lalu lintas antara yang melibatkan minibus Xpander dan KA Argo Cheribon (Gambir - Cirebon), Minggu, 6 Agustus 2022, pukul 20.40 di perlintasan tanpa palang pintu KM 202+1, petak jalan antara Stasiun Waruduwur - Stasiun Babakan.

Dalam pernyataan yang dirilis laman resmi perusahaan, PT KAI menyesalkan terjadinya peristiwa yang dilaporkan menelan empat korban jiwa tersebut.

Selain itu, perjalanan KA menjadi terganggu akibat kejadian tersebut. Lokomotif CC 2061334 milik KAI mengalami kerusakan dan terjadi keterlambatan perjalanan pada KA Argo Cheribon selama 136 menit, KA Ciremai terlambat 30 menit, dan KA Matarmaja terlambat 15 menit.

Baca Juga: Xpander Tabrak KA Argo Cheribon, PT KAI Sebut Empat Penumpang Meninggal Dunia

VP Public Relations PT KAI, Joni Martinus mengatakan, KAI meminta semua pihak sesuai dengan kewenangannya masing-masing agar lebih peduli dan memberikan perhatian untuk menertibkan perlintasan sebidang.

"Setelah sebelumnya terjadi kecelakaan pada perlintasan sebidang di Serang dengan Odong-odong, kali ini kecelakaan yang menimbulkan korban jiwa kembali terjadi di wilayah Cirebon. KAI menyampaikan ucapan turut belasungkawa kepada para keluarga korban," ujar Joni.

Dikatakannya, kereta api memiliki jalur tersendiri dan tidak dapat berhenti secara tiba-tiba, sehingga pengguna jalan harus mendahulukan perjalanan KA.

Baca Juga: Terungkap, Ini Alasan Irjen Ferdy Sambo Dibawa ke Mako Brimob

Ia mengatakan, seluruh pengguna jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api saat melalui perlintasan sebidang. Hal tersebut sesuai UU 23 tahun 2007 tentang perkeretaapian pasal 124 dan UU 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan pasal 114.

Selain itu, KAI juga selalu menekankan, agar pemilik jalan sesuai kelasnya melakukan evaluasi keselamatan atas keberadaan perlintasan sebidang di wilayahnya. Pemilik jalan adalah pihak yang harus mengelola perlintasan sebidang seperti melengkapi perlengkapan keselamatan atau menutup perlintasan sebidang.

Halaman:

Editor: Bobby Satria

Sumber: kai.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ridwan Kamil Bantu Warga Depok Penderita Gagal Ginjal

Rabu, 28 September 2022 | 20:09 WIB

Berantas Rentenir dengan Program Kredit MESRA

Sabtu, 24 September 2022 | 21:48 WIB
X