• Minggu, 27 November 2022

Tokoh Agama dan Penggerak Keberagaman Rayakan Acara Puncak Persaudaraan dalam Keberagaman

- Kamis, 24 November 2022 | 21:24 WIB
Acara Puncak Persaudaraan dalam Keberagaman
Acara Puncak Persaudaraan dalam Keberagaman

BANDUNGNEWSPHOTOKeuskupan Bandung merayakan persaudaraan dalam keberagaman yang diikuti oleh 800 peserta dari berbagai latar belakang budaya dan agama.

Kegiatan ini yang menjadi puncak acara dari rangkaian kegiatan untuk menyampaikan pesan persaudaraan, dihadiri oleh berbagai lembaga agama yakni Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN), Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kota Bandung, Persekutuan Gereja Indonesia Wilayah (PGIW) Jawa Barat, Perwakilan Gereja-Gereja dan Perkumpulan Kristen (PGPK) Kota Bandung dan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kota Bandung.

Kegiatan diawali dengan perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Mgr. Antonius Subianto, OSC, Uskup Keuskupan Bandung. Mgr. Antonius Subianto, OSC, Uskup Keuskupan Bandung, menyatakan “Kita saudara untuk semua terutama mereka yang tersingkir, menderita dan mendapat ketidakadilan. Perbedaan dalam persaudaraan saling melengkapi dan membantu satu sama lain.”

Baca Juga: Bara Siliwangi Jumpa Bone FC di Final Kompetisi PSSI Kota Bandung U13 Piala Persib 2022

Perayaan syukur ini dihadiri oleh umat dari berbagai agama dan kepercayaan. Inti dari perayaan ini adalah menghargai dan merayakan aneka keberagaman yang dapat kita temukan di sekitar kita.

Selain itu, pesan untuk selalu terbuka dalam persaudaraan juga terus digemakan. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan dengan tampilan aneka pakaian adat yang dikenakan oleh para peserta dan berbagai atraksi dari aneka ragam latar belakang diantaranya barongsai, sholawat, dan lain-lain.

Romo Antonius Haryanto, umum disapa sebagai Romo Hary, Ketua Tim Fokus Pastoral mengatakan “Keragaman bukan untuk membawa permusuhan tetapi untuk saling melengkapi. Maka kita berbeda menjadi saudara yang utuh.”

Baca Juga: Hasil Piala Dunia 2022: Menangkan Swiss, Embolo Tak Lakukan Selebrasi, Ini Alasannya!

Acara ini dilanjutkan dengan 300 orang berjalan dalam pawai budaya menuju Balai Kota. Peserta yang didominasi kaum muda ini menyerukan komitmen untuk membangun persaudaraan dalam keragaman dan membangun kedamaian sebagai satu Indonesia.***

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X