• Kamis, 9 Desember 2021

Upacara Adat Ngertakeun Bumi Lamba di Kawasan Gunung Tangkuban Parahu

- Rabu, 29 Juni 2016 | 15:41 WIB
BANDUNG BARAT - Para pemuka budaya menghadiri upacara pendahuluan Ngertakeun Bumi Lamba tak jauh dari areal parkir bus Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/6/2016). Ngertakeun Bumi Lamba adalah upacara tahunan yang digelar di puncak Gunung Tangkuban Parahu bertepatan dengan perjalanan matahari yang baru mulai terbit kembali dari titik utara bumi menuju selatan. Upacara ini sebagai salah satu bentuk dari kearifan lokal masyarakat adat dalam berhubungan dengan alam yang mendesak manusia untuk mengubah sikapnya terhadap lingkungan, yaitu dengan berusaha kembali untuk lebih arif dalam memperlakukannya seperti yang telah dilakukan oleh leluhur sejak dulu. POTRETWARGA/Sudarmanto Edris
BANDUNG BARAT - Para pemuka budaya menghadiri upacara pendahuluan Ngertakeun Bumi Lamba tak jauh dari areal parkir bus Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/6/2016). Ngertakeun Bumi Lamba adalah upacara tahunan yang digelar di puncak Gunung Tangkuban Parahu bertepatan dengan perjalanan matahari yang baru mulai terbit kembali dari titik utara bumi menuju selatan. Upacara ini sebagai salah satu bentuk dari kearifan lokal masyarakat adat dalam berhubungan dengan alam yang mendesak manusia untuk mengubah sikapnya terhadap lingkungan, yaitu dengan berusaha kembali untuk lebih arif dalam memperlakukannya seperti yang telah dilakukan oleh leluhur sejak dulu. POTRETWARGA/Sudarmanto Edris

BANDUNG BARAT - Para pemuka budaya menghadiri upacara pendahuluan Ngertakeun Bumi Lamba tak jauh dari areal parkir bus Taman Wisata Alam Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Bandung Barat, Minggu (26/6/2016). Ngertakeun Bumi Lamba adalah upacara tahunan yang digelar di puncak Gunung Tangkuban Parahu bertepatan dengan perjalanan matahari yang baru mulai terbit kembali dari titik utara bumi menuju selatan. Upacara ini sebagai salah satu bentuk dari kearifan lokal masyarakat adat dalam berhubungan dengan alam yang mendesak manusia untuk mengubah sikapnya terhadap lingkungan, yaitu dengan berusaha kembali untuk lebih arif dalam memperlakukannya seperti yang telah dilakukan oleh leluhur sejak dulu. POTRETWARGA/Sudarmanto Edris

Editor: Administrator

Terkini

X