• Senin, 17 Januari 2022

Panen Raya Petani Milenial Komoditas Padi di Gebongan Karawang

- Rabu, 17 November 2021 | 09:14 WIB
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat Panen Raya Petani Milenial Komoditas Padi di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Senin, 15 November 2021. (Biro Adpim Jabar)
Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat Panen Raya Petani Milenial Komoditas Padi di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Senin, 15 November 2021. (Biro Adpim Jabar)

BANDUNGNEWSPHOTO - Sektor pertanian menjadi salah satu kunci bangkitnya perekonomian di Jawa Barat dari pandemi Covid 19 saat ini. Didukung dengan Program Petani Milenial di kabupaten/kota jalan menuju ekonomi baru menjadi terbuka lebar.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum saat menghadiri Panen Raya Petani Milenial Komoditas Padi di Desa Gembongan, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang, Senin, 15 November 2021.

Pada acara tersebut turut hadir Wakil Bupati Karawang Aep Syaefuloh, Senior Executive Vice President bank bjb Benny Riswandi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Provinsi Jabar Dadan Hidayat dan Kepala Biro Perekonomian Setda Prov. Jabar Benny Bachtiar.

Baca Juga: Tekad Jabar Jadikan Warga Desa Melek Digital

Menurut Pak Uu, sapaan Wagub Jabar, Petani Milenial mampu menjawab tantangan berat sektor pertanian di mana lahan makin sempit dan minat petani muda rendah. Oleh karena itu pentingnya mendorong regenerasi sumber daya manusia di sektor pertanian dengan inovasi gagasan dan penggunaan teknologi digital.

Menurut data BPS, jumlah petani di Jawa Barat kurang lebih sebanyak 3,6 juta dan hanya 11,11 persen yang berusia muda. Tentu saja menjadi kekhawatiran banyak kalangan di mana 20 atau 30 tahun yang akan datang tidak ada petani dan krisis pangan.

"Petani Milenial menjadi jawaban kelangkaan regenerasi petani yang dipelopori Pemda Provinsi Jawa Barat," kata Pak Uu.

Baca Juga: Pemkot Bandung Siapkan 250 Satlinmas sebagai Pendeteksi Awal Konflik Masyarakat

Pak Uu minta kabupaten/kota aktif mengakselerasi program ini termasuk salah satunya Kabupaten Karawang. "Dengan harapan Pak Wakil Bupati, juga ada gerakan-gerakan untuk melahirkan para petani yang masih muda, masih semangat dan produktif," tambahnya.

Dengan Petani Milenial Pak Uu berharap petani tidak akan habis ditelan waktu karena situasi dan kondisi," imbuh Pak Uu.

Oleh karena itu, Pak Uu mendorong kaum milenial berani dan semangat menjadi petani. Terus mengembangkan diri dengan keilmuan melalui belajar dan pelatihan, terlebih dengan menguasai digitalisasi.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Dorong OPD Bantu Inovasi Sektor UMKM

"Maka ajak teman-teman, mari bergabung dengan berbagai macam program pertanian. Ada tentang madu, sapi, teh dan padi. Pemerintah Provinsi Jawa Barat siap mendorong untuk menyukseskan program tersebut asal adik-adiknya mau, siap dan disiplin  untuk suksesnya Petani Milenial di Jawa Barat," kata Pak Uu.

Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Jawa Barat Benny Bachtiar menuturkan Petani Milenial dilaunching Gubernur Ridwan Kamil sejak 26 Maret 2021 dan sebagai implementasi Peraturan Gubernur Nomor 25 tahun 2021 tentang SDM Pertanian, Perikanan dan Kehutanan melalui Program Petani Milenial di Provinsi Jawa Barat.

Maka untuk menyukseskan program ini, dilakukan perekrutan para petani muda dan berkolaborasi dengan dinas terkait sesuai komoditasnya. "Untuk itu kami sedang melakukan sosialisasi di 18 kabupaten/kota dan alhamdulillah sudah tercapai di 12 kabupaten kota," ungkapnya.

Baca Juga: Antisipasi Gelombang III Covid 19, Libur Natal dan Tahun Baru Bakal Diperketat

Selain itu, Benny menyatakan apresiasi bank bjb yang menjadi koordinator pembiayaan  yang selalu mendukung program Pemda Provinsi Jawa Barat, khususnya Petani Milenial. Salah satunya Ainul Yakin, selain menjadi petani juga Ketua Kelompok Tani Silih Asuh yang bermitra dengan 75 petani dengan garapan lahan sekitar 5 - 7 hektare.

Menurut Benny, bahwa ada tujuh hal yang menjadi fokus bersama terkait suksesnya petani milenial, di antaranya bagaimana kesiapan lahan, sumber daya manusia, pasar, akses permodalan, teknologi pertanian, pelatihan dan inkubasi bisnis.***

Halaman:
1
2

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X