• Senin, 29 November 2021

Hingga Oktober 2021, Raihan Pajak Kota Bandung Capai Rp1,340 triliun

- Rabu, 17 November 2021 | 10:39 WIB
Kepala Sub Bidang Pengembangan Potensi Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung Deden Saepulloh berharap pendapatan pajak terus meningkat, baik dari sektor wisata ataupun mata pajak lainnya. (Humas Pemkot Bandung)
Kepala Sub Bidang Pengembangan Potensi Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung Deden Saepulloh berharap pendapatan pajak terus meningkat, baik dari sektor wisata ataupun mata pajak lainnya. (Humas Pemkot Bandung)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pemerintah Kota Bandung terus berupaya mendongkrak peningkatan realisasi pajak daerah di tengah terpaan badai pandemi Covid 19 yang masih melanda. Terhitung hingga 31 Oktober 2021, realisasi pajak Kota Bandung sudah mencapai Rp1,340 triliun, atau setara 74 persen dari target sebesar Rp1,808 triliun hingga akhir tahun.

Kepala Sub Bidang Pengembangan Potensi Pajak Daerah pada Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bandung Deden Saepulloh berharap, pada November dan Desember ini pendapatan pajak terus meningkat, baik dari sektor wisata ataupun mata pajak lainnya.

"Kami lihat di dua bulan terakhir akan mendongkrak pendapatan lebih baik. Sehingga bisa mencapai Rp1,8 triliun," ucap Deden di Balai Kota Bandung, Selasa, 16 November 2021.

Baca Juga: Kejar Target hingga Akhir Tahun, Ridwan Kamil Minta Sekda Kabupaten/Kota Percepat Vaksinasi Covid 19

Dari sembilan mata pajak, Deden memaparkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), dan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPTHB) yang paling besar berkontribusi dari raihan pendapatan pajak di 2021 ini. Kemudian untuk pajak hotel, restoran, hiburan, reklame, parkir, penerangan jalan, dan pajak air tanah tetap berkontribusi cukup bagus.

Untuk PBB, sebut Deden, hingga akhir Oktober tercatat sudah masuk Rp457 miliar. Sedangkan dari BPHTB berkontribusi sebsar Rp400 miliar.

"Komposisi terbesar PBB dan BPHTB karena di masa pandemi itu tidak berbeda signifikan. Tidak seperti hiburan, hotel dan restoran ataupun yang liannya menurunnya sangat tinggi di masa pandemi," ujarnya.

Baca Juga: Kesejahteraan Buruh dan Industri Harus Adil Ikuti Asas Keadilan

Deden mengungkapkan saat ini Bapenda tengah memghitung ulang terkait potensi pajak daerah. Mengingat, kondisi pandemi memberikan dampak cukup besar terhadap sektor ekonomi dan membuat sejumlah usaha terhenti.

Halaman:

Editor: Lukman Gusmanto

Tags

Artikel Terkait

Terkini

UMP Jabar Tahun 2022 Naik

Minggu, 21 November 2021 | 07:52 WIB

BUMDesma Haurwangi Bersatu Mampu Gerakan Ekonomi Desa

Jumat, 19 November 2021 | 23:14 WIB
X