• Senin, 4 Juli 2022

Lihat Motif Bisnis Dibalik Polemik BPA, Indonesia Financial Watch Dorong BPOM agar Tetap Independen

- Senin, 11 April 2022 | 23:35 WIB
Ilustrasi galon yang dijual di salah satu pasar modern. Lihat motif bisnis dibalik polemik BPA, Indonesia Financial Watch dorong BPOM agar tetap independen. (dok. Istimewa)
Ilustrasi galon yang dijual di salah satu pasar modern. Lihat motif bisnis dibalik polemik BPA, Indonesia Financial Watch dorong BPOM agar tetap independen. (dok. Istimewa)

BANDUNGNEWSPHOTO - Pusat Kajian Finansial Indonesia atau Indonesia Financial Watch (IFW) mendorong independensi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di tengah persaingan bisnis para produsen air minum dalam kemasan (AMDK) yang terjadi saat ini.

Dengan posisi seperti itu, sebagai otoritas pengawas keamanan pangan dan minuman di Indonesia, BPOM diharapkan akan bisa tetap menjaga independensinya di tengah kampanye negatif yang menyasar produk air kemasan galon polikarbonat.

"Jadi, BPOM sebagai pengawas keamanan pangan harus menjaga netralitas dan jangan sampai dijebak oleh agenda terselubung pihak tertentu," ujar Founder dan Koordinator Forum Indonesia Financial Watch (IFW), Abraham Runga Mali, belum lama ini.

Baca Juga: Kemenko Perekonomian Minta BPOM Kaji Ulang Rencana Pelabelan BPA Free Galon Guna Ulang

Seperti diketahui, bisnis AMDK di Indonesia memasuki babak baru ketika sejumlah organisasi, LSM, dan pendengung (buzzers) media sosial, beberapa waktu lalu mendesak agar BPOM mengatur ulang regulasi terkait dengan kemasan AMDK galon guna ulang.

Mereka yang paling gencar mendorong isu ini di media merupakan organisasi bentukan baru seperti JPKL di awal isu berhembus kemudian sekarang FMCG Insights - organisasi berbentuk perkumpulan yang dikomandoi oleh Achmad Haris, mantan Tenaga Ahli anggota DPR Komisi X, yang tidak memiliki jejak di industri FMCG. Markas FMCG di sebuah ruko di Pejaten ini sepi dan tidak ada kegiatan di dalamnya.

Kelompok kelompok bentukan baru seperti FMCG Insights ini tetiba memunculkan nama pengurus yang juga sulit dicari jejak kredibilitas maupun jejak digitalnya seperti Muhammad Hasan yang mendapuk dirinya sebagai koordinator riset FMCG Insights.

Baca Juga: Pakar Keamanan Pangan IPB Dedi Fardiaz, Ingatkan BPOM Soal Membuat Aturan Label Pangan

Celakanya, seperti dikatakan salah seorang pengurus Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), media media online mengutip dan percaya begitu saja statement statement narasumber ini tanpa cek dan ricek kredibilitas mereka atas isu yang mereka angkat.

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X