• Sabtu, 2 Juli 2022

Studi Visa: Pembayaran Contactless Raih Momentum di Indonesia, Inovasi dan Higienis Jadi Alasan Utamanya

- Selasa, 17 Mei 2022 | 11:53 WIB
Studi Visa: Pembayaran Contactless Raih Momentum di Indonesia, Inovasi dan Higienis Jadi Alasan Utamanya. (Visa Worldwide Indonesia)
Studi Visa: Pembayaran Contactless Raih Momentum di Indonesia, Inovasi dan Higienis Jadi Alasan Utamanya. (Visa Worldwide Indonesia)

BANDUNGNEWSPHOTO – Kini pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, seperti berdasarkan studi Consumer Payment Attitudes terbaru dari Visa, yang merupakan pemimpin dunia dalam pembayaran digital.

Menurut studi tersebut, di mana satu dari tiga konsumen menggunakan kartu contactless dan 70 persen telah menggunakannya dengan frekuensi yang lebih sering sejak awal pandemi.

Studi tahunan yang menyoroti bertumbuhnya konsumen yang melek digital di Asia Tenggara ini menunjukkan tiga dari empat konsumen Indonesia tertarik melakukan pembayaran menggunakan kartu contactless, didominasi oleh segmen affluent (80%) dari Gen Y atau milenial (78%).

Baca Juga: Yuk Rasakan Sensasi Jembatan Gantung Rengganis!

Alasan utama memilih pembayaran contactless adalah karena bebas repot, mudah digunakan, inovatif, dan higienis, sejalan dengan berkurangnya konsumen membawa uang tunai.

Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia, Riko Abdurrahman, mengatakan pandemi telah meningkatkan kesadaran konsumen akan pentingnya kesehatan dan keselamatan, yang mendorong mereka mencari cara-cara baru untuk memastikan pengalaman “minim sentuhan” dalam beraktivitas di luar rumah.

"Tap to pay tidak hanya menyediakan cara membayar yang cepat, aman, nyaman, dan inovatif, tetapi juga menjadi fondasi gaya hidup contactless yang semakin digemari dan akan terus ada bahkan di pasca pandemi," katanya belum lama ini.

Baca Juga: Peserta Pembekalan Rekrutmen Bersama BUMN yang Hadir Langsung di Senayan Diminta Cek Email dan Kotak Masuk

Menurut Riko, studi ini juga menunjukkan bagaimana penggunaan fitur contactless semakin luas dan menjadi pilihan untuk pembayaran di kategori seperti supermarket (17%), belanja ritel (16%), perjalanan ke luar negeri (15%), pembelian di toko serba ada (15%), makanan (14%), dan hiburan (14%).

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X