• Sabtu, 2 Juli 2022

Lewati Masa Pandemi, Tays Optimis akan Pertumbuhan Perusahaan di 2022 hingga Peningkatan Laba Bersih

- Rabu, 18 Mei 2022 | 23:14 WIB
Lewati masa pandemi, TAYS optimis akan pertumbuhan perusahaan di 2022 hingga peningkatan laba bersih. (dok. Tays Bakers)
Lewati masa pandemi, TAYS optimis akan pertumbuhan perusahaan di 2022 hingga peningkatan laba bersih. (dok. Tays Bakers)

BANDUNGNEWSPHOTO – Produsen makanan ringan sehat asal Indonesia yang telah menembus pasar internasional, PT Jaya Swarasa Agung Tbk atau Tays-Bakers">Tays Bakers (Tays), melaporkan berbagai peningkatan kinerja perusahaan pada Laporan Tahunan 2021.

Tays melaporkan peningkatan laba setelah pajak sebesar 35,5% dan pertumbuhan penjualan sebesar 2,5% pada tahun 2021.

Tays mencatatkan penjualan sebesar Rp315,9 miliar di tahun 2021, meningkat dari Rp308,2 miliar pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Inilah Ketentuan Terbaru Perjalanan Domestik di Masa Pandemi, Berlaku 18 Mei 2022

CEO Tays-Bakers">Tays Bakers, Alexander Anwar, mengatakan pertumbuhan sebesar 2,5% ini berasal dari unit bisnis biscuit & crackers karena adanya process and flow improvement, optimization dan efisiensi pabrik, sehingga kapasitas yang ada saat ini dapat dimaksimalkan.

"Kami bangga mengumumkan pertumbuhan laba dan kinerja perusahaan di tengah tantangan pandemi. Tays optimis penjualan kami akan dapat bertumbuh jauh lebih pesat lagi setelah pabrik baru selesai dibangun, karena unit Bisnis biscuit & crackers dengan produk Tricks merupakan salah satu andalan kami," katanya belum lama ini.

Lebih lanjut Alexander mengatakan, pabrik baru yang akan dibangun di Sumedang, Jawa Barat ini ditujukan untuk menambah kapasitas produksi Tricks baked potato crisps yang merupakan produk andalan Tays-Bakers">Tays Bakers.

Baca Juga: Wali Kota Bandung Sebut Masker Tetap Menjadi Pelindung Diri

"Saat ini, kapasitas pabrik untuk kategori biscuit dan cracker sudah hampir mencapai 100% dengan kapasitas 6.900 ton per tahun. Dengan pembangunan pabrik baru, maka kapasitas diperkirakan meningkat 200% - 250% menjadi sekitar 17.000 ton per tahun," paparnya

Halaman:

Editor: Ega Gantina

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X